alexametrics

Produsen Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diretas, Diduga dari Korea Utara

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Produsen Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diretas, Diduga dari Korea Utara
AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Peretas menggunakan akses WhatsApp dan LinkedIn.

Suara.com - Para peretas yang diduga berasal dari Korea Utara menarget produsen vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan pesan WhatsApp dan LinkedIn palsu.

Menurut laporan yang dilansir The Sun, peretas menyamar sebagai perekrut studi di situs jejaring LinkedIn dan WhatsApp, serta 'mendekati' staf AstraZeneca dengan tawaran pekerjaan palsu.

Peretas kemudian mengirim file yang diklaim berisi deskripsi pekerjaan. File ini diyakini sudah dicampur dengan kode berbahaya yang dirancang untuk mendapatkan akses ke komputer korban.

Seorang sumber mengatakan bahwa upaya peretasan ini menargetkan banyak pegawai, termasuk mereka yang bekerja dalam penelitian tentang virus corona.

Baca Juga: Vaksinasi COVID-19 Peserta Liga 1 dan Liga 2 Ditanggung LIB

Tapi, aksi gelap ini tidak ada yang berhasil.

Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker (Shutterstock)

Menurut sumber yang tidak ingin disembutkan identitasnya, diduga aksi meretas program AstraZeneca merupakan bagian dari kampanye untuk mengganggu institusi Barat.

Pejabat dari negara Barat mengatakan informasi apa pun yang dicuri dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan, digunakan untuk memeras para korban, atau memberi pemerintah asing keuntungan strategis dalam perang melawan pandemi virus corona ini.

Selain perusahaan AstraZeneca, pekan lalu Microsoft melaporkan ada tiga kelompok peretas yang bekerja untuk pemerintah Rusia dan Korea Utara mencoba masuk ke jaringan perusahaan farmasi terkemuka di Korea Selatan, Prancis, India, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Habib Rizieq ODP COVID-19 Usai Kontak dengan Wali Kota Depok

Komentar