Lockdown Total, Virus Corona di Inggris Turun 30 Persen

Bimo Aria Fundrika

Senin, 30 November 2020 | 14:54 WIB
Lockdown Total, Virus Corona di Inggris Turun 30 Persen
Inggris lockdown kedua. (Anadolu Agency/Kate Green)

Suara.com - Setiap negara punya cara sendiri dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Jika Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Inggris justru melakukan penguncian nasional atau lockdown.

Menariknya, langkah penguncuian nasional yang dilakukan di Inggris ternyata cukup berhasil. Dikutip dari ANTARA, infeksi COVID-19 telah turun 30 persen saat penguncian nasional (lockdown) selama sebulan di Inggris.

Fakta itu diperlihatkan pada Senin (30/11) lewat sebuah penelitian skala besar terhadap lebih dari 100.000 sukarelawan.

Sebelumnya, pada 5 November lalu, Inggris memulai penguncian nasional keduanya. Langkah itu untuk mengekang infeksi yang meningkat pesat dan melindungi sistem kesehatannya.

Negara ini akan kembali ke pendekatan pembatasan regional mulai 2 Desember.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Menurut hasil sementara studi oleh Imperial College London dan Ipsos MORI, tingkat infeksi virus corona di Inggris 30 persen, dengan 96 orang per 10.000 terinfeksi antara 13 November dan 24 November.

Iterasi terakhir dari penelitian, yang dilakukan antara 16 Oktober dan 2 November, menunjukkan 130 infeksi per 10.000 orang.

"Penemuan itu menunjukkan kasus-kasus meningkat ketika negara itu memasuki karantina wilayah, tetapi ini diikuti oleh penurunan karena langkah-langkah nasional berhasil menurunkan tingkat infeksi di seluruh negeri," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson menghadapi kritik atas keputusan untuk melakukan karantina wilayah dari dalam partainya sendiri di mana beberapa politisi mengatakan itu adalah pelanggaran yang tidak perlu pada kebebasan sipil. Partai Buruh yang beroposisi mengatakan dia terlalu lambat untuk bereaksi.

Jumlah reproduksi virus diperkirakan 0,88, memperkuat data yang dirilis pada hari Jumat yang menunjukkan jumlah infeksi menyusut antara 0 persen dan 2 persen setiap hari.

Sementara pernyataan itu mengatakan prevalensi penyakit itu masih tinggi, hal itu menunjukkan penurunan tajam di beberapa daerah di Inggris utara yang akan memasuki tingkat pembatasan terberat minggu depan.

Hal itu dapat memicu keresahan lebih lanjut di dalam Partai Konservatif Johnson, di mana banyak anggota parlemen tidak senang dengan sistem yang menempatkan lebih dari sepertiga populasi di bawah batasan yang luas dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah itu akan dilakukan pemungutan suara pada hari Selasa, di mana Johnson mungkin menghadapi rasa malu karena harus bergantung pada suara partai oposisi untuk mengeluarkan aturan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahir Dari Ibu yang Positif Covid-19, Ternyata Bayi Ini Kebal Virus Corona

Lahir Dari Ibu yang Positif Covid-19, Ternyata Bayi Ini Kebal Virus Corona

Jatim | Senin, 30 November 2020 | 14:50 WIB

Istri Gubri Positif Covid-19, Dinkes Tracing Jejak Corona Istri Pejabat

Istri Gubri Positif Covid-19, Dinkes Tracing Jejak Corona Istri Pejabat

Riau | Senin, 30 November 2020 | 14:23 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Dinkes Jateng: Ada Nama yang Diinput Hingga Lima Kali

Kasus Covid-19 Naik, Dinkes Jateng: Ada Nama yang Diinput Hingga Lima Kali

Jawa Tengah | Senin, 30 November 2020 | 14:13 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB