Studi Ilmiah Sebut Corat-coret Kertas Bisa Bikin Orang Tetap Waras

Risna Halidi, Luthfi Khairul Fikri

Jum'at, 11 Desember 2020 | 07:51 WIB
Studi Ilmiah Sebut Corat-coret Kertas Bisa Bikin Orang Tetap Waras
Ilustrasi: Studi Ilmiah Sebut Corat-coret Kertas Bisa Bikin Orang Tetap Waras [shutterstock]

Suara.com - Doodling atau mencoret-coret adalah suatu kegiatan yang mungkin dianggap membuang-buang waktu.

Namun, sesungguhnya kegiatan sederhana murah meriah ini bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan mental di masa pandemi yang penuh tekanan seperti sekarang.

Peneliti sekaligus Direktur Pendidikan, LeeAnn Williams mengatakan mencoret-coret selama dua menit, bisa membantu mereka lebih fokus, dan merasakan relaksasi.

"Penelitian ilmiah ini sangat meyakinkan bahwa mencoret-coret bukan kebiasaan buruk bagi seseorang, bahkan ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental,” demikian pernyataan Williams seperti dilansir Healthline, Kamis (10/12/2020) kemarin.

Konsultan visual, dan penulis buku terlaris ‘The Doodle Revolution’, serta pendiri Deep Self Design, Sunni Brown menambahkan corat-coret membuat Anda berpikir.

“Setiap orang didorong untuk menulis kata-kata dan berbicara. Tetapi apakah seseorang ingin menjadi penulis atau orator? Satu poin utama, membuat tanda melalui corat-coret itu bisa sangat bermakna,” jelasnya.

Sementara itu, definisi corat-coret bagi seorang Ahli Grafologi Tracey Trussell lebih kuno dari pada Williams atau Brown, karena dia tidak melihat aktivitas tersebut sebagai disengaja.

“Ini seperti melamun secara proaktif, sesuatu yang sering kita lakukan dengan autopilot, baik saat kita berkonsentrasi pada hal lain, atau saat kita bosan, tidak fokus, dan pikiran kita mengembara,” kata dia.

Namun demikian, Trussell menemukan elemen bawah sadar dari mencoret-coret menjadi sangat bermanfaat untuk kesehatan mental seseorang.

“Sebuah corat-coret asli digambar dalam satu garis, di mana pena tidak pernah terangkat dari halaman. Biasanya, bentuknya populer dan dijiwai dengan simbolisme. Bentuk berhubungan dengan keadaan pikiran, pandangan hidup, kebutuhan, motivasi, tanggapan, dan sikap orang,” terangnya.

Manfaat mencoret-coret
Selain sebagai cara yang menyenangkan untuk menjalani rapat yang panjang, corat-coret memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental seseorang, berikut diantaranya:

1. Relaksasi
Mengatasi pandemi membuat stres - bahkan sumber terpercaya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan demikian. Sementara itu, para ilmuwan, seniman, dan guru sepakat bahwa corat-coret bisa menenangkan.

Satu studi tahun 2016 terhadap 39 mahasiswa, staf, dan fakultas menemukan bahwa setelah membuat seni, 75 persen peserta memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang lebih rendah dalam air liur mereka. Tidak masalah apakah seni itu representasi atau coretan ‘belaka’.

2. Mengatur suasana hati
Saat ini, orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, jauh dari kelompok pendukung sosial dan komunitas. Ini berarti perilaku yang berpotensi membuat ketagihan seperti menonton tv atau menggunakan perangkat gadget.

Tentu saja, tidak ada solusi mudah untuk kebiasaan ini. Menemukan sumber kesenangan sederhana dapat membantu. Mencoret-coret mungkin salah satunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keterlibatan Ayah Berdampak pada Kesehatan Mental Anak dari Keluarga Miskin

Keterlibatan Ayah Berdampak pada Kesehatan Mental Anak dari Keluarga Miskin

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 11:17 WIB

Depresi di Usia Muda Lebih Berisiko Alami 66 Penyakit dan Kematian Dini

Depresi di Usia Muda Lebih Berisiko Alami 66 Penyakit dan Kematian Dini

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 09:53 WIB

4 Tips Parenting untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak

4 Tips Parenting untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 20:08 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB