Gejala Delirium pada Pasien Covid-19, Psikiater Angkat Bicara

M. Reza Sulaiman | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Minggu, 13 Desember 2020 | 14:28 WIB
Gejala Delirium pada Pasien Covid-19, Psikiater Angkat Bicara
Infografis gejala delirium (twitter.com/txtdrpemerintah)

Suara.com - Studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Oberta de Catalunya (UOC) menyebut pasien Covid-19 juga rentan mengalami delirium.

Menurut Psikiater di Smart Mind RS Gading Pluit, dr Andreas Kurniawan, SpKJ, penyakit delirium merupakan ditandai dengan kebingungan pikiran dan menurunnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

"Delirium terjadi ketika seseorang mengalami sakit parah, termasuk pada orang yang terinfeksi Covid-19. Karena ini umumnya gejala delirium ini karena metabolisme di otak menurun," ujar Andreas saat dihubungi Suara.com, Sabtu (12/12/2020).

Menurutnya, gejala delirium ini dapat muncul dalam beberapa jam ataupun beberapa hari secara fluktuatif sepanjang hari, dan mungkin ada saat-saat di mana tidak muncul gejala apapun, dengan bisa menyerang siapapun tanpa batas usia, jika tak ditangani segera dengan baik.

"Delirium sifatnya bisa mendadak, ketika seseorang itu mengalami infeksi berat itu hitungannya bisa berjam dan bisa mengalami sampai berhari-hari, tapi jika segera ditangani akan juga menghilang delirium nya tersebut," jelas dia.

Lebih lanjut kata dia, delirium ini kadang juga disalah artikan oleh masyarakat karena gangguan jiwa, padahal itu salah.

Dan, kesannya banyak yang menggampakan sehingga membuat banyak yang salah faham.

"Delirium dan gangguan jiwa memang memiliki sedikit yang sama seperti tiba-tiba orang itu mudah bengong, mengalami perubahan mood seperti tiba-tiba marah besar dan tertawa tak karuan. Dan, masyarakat harus fahami soal ini," ucap Andreas.

Dia juga menyayangkan terhadap informasi yang beredar luas soal delirium di media sosial.

Karena, gambarannya terlalu disederhanakan di media sosial, sebab padahal faktanya delirium itu suatu kondisi dalam dunia kedokterannya termasuk yang sangat serius.

Tingkat kesadaran orang delirium akan menurun dan sebaiknya harus ada pendampingan dari pihak keluarga.

Dan, itu harus dikenali tandanya, dan perlu langsung dibawa ke tenaga medis, atau ke IGD agar segera mendapat penanganannya.

"Pertama memang perlu dilakukan tangani kondisi fisiknya maka delirium itu akan mengalami perbaikan sendirinya. Dokter psikiater juga umumnya akan memberikan obat untuk delirium tapi pengobatannya ini hanya untuk menangani kegelisahannya, dan tingkat kesadarannya," beber dia.

Andreas menegaskan delirium ini pada intinya merupakan suatu penyakit yang tidak bisa berdiri sendiri, jadi pasti akan ada penyakit terlebih dulu pada fisik seseorang tersebut.

Diakuinya juga di Indonesia masih belum ada laporan kasus pastinya soal pasien delirium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Punya Hak untuk Menangis: Belajar Mengolah Duka dari Mencuci Piring

Pria Punya Hak untuk Menangis: Belajar Mengolah Duka dari Mencuci Piring

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia: Negara Kuat Dimulai dari Ketenangan Batin Warganya

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia: Negara Kuat Dimulai dari Ketenangan Batin Warganya

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:02 WIB

Wajah Bengkak Diledek Mirip Habis Oplas, Ashanty: Ini karena Obat Steroid

Wajah Bengkak Diledek Mirip Habis Oplas, Ashanty: Ini karena Obat Steroid

Entertainment | Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:15 WIB

Rutin ke Psikiater, Ashanty Tak Terima Disebut Sakit Jiwa

Rutin ke Psikiater, Ashanty Tak Terima Disebut Sakit Jiwa

Entertainment | Senin, 11 Agustus 2025 | 16:50 WIB

Blak-blakan! Ashanty Ungkap Alasan Jalani Perawatan ke Psikiater, Trauma Masa Lalu Terkuak

Blak-blakan! Ashanty Ungkap Alasan Jalani Perawatan ke Psikiater, Trauma Masa Lalu Terkuak

Entertainment | Senin, 11 Agustus 2025 | 12:53 WIB

Menelisik Kegundahan Wanita Paruh Baya di Novel 'Umur 40, Kok Gini Amat?'

Menelisik Kegundahan Wanita Paruh Baya di Novel 'Umur 40, Kok Gini Amat?'

Your Say | Kamis, 10 Juli 2025 | 10:13 WIB

Psikiater Bukan Bertugas Ngasih Kata-Kata Seperti yang Viral di X, Ini Bedanya dengan Psikolog

Psikiater Bukan Bertugas Ngasih Kata-Kata Seperti yang Viral di X, Ini Bedanya dengan Psikolog

Lifestyle | Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:09 WIB

Sedih! Dokter Cerita: Istri Sakit Jantung, Suami Malah Bawa ke Psikiater

Sedih! Dokter Cerita: Istri Sakit Jantung, Suami Malah Bawa ke Psikiater

Health | Rabu, 26 Februari 2025 | 06:30 WIB

Lolly Stres dan Gelisah, Psikiater: Vadel Jadi Penopang Mental Anak Nikita Mirzani

Lolly Stres dan Gelisah, Psikiater: Vadel Jadi Penopang Mental Anak Nikita Mirzani

Video | Minggu, 26 Januari 2025 | 07:00 WIB

Berperan sebagai Psikiater, Ahn So Yo Bergabung dalam Drama Korea Dear Hyeri

Berperan sebagai Psikiater, Ahn So Yo Bergabung dalam Drama Korea Dear Hyeri

Your Say | Senin, 23 September 2024 | 10:57 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB