Kanker Jadi Salah Satu Penyebab Terjadinya Kematian Dini

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 19 Desember 2020 | 12:37 WIB
Kanker Jadi Salah Satu Penyebab Terjadinya Kematian Dini
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

Suara.com - Penyakit kanker disebut jadi penyebab terjadinya kematian dini. Salah satu sebabnya karena diagnosa terhadap kanker kebanyakan baru dilakukan saat sudah stadium lanjut.

"Kanker secara umum terjadi kematian dini atau prematur. Artinya seharusnya kalau orang sehat-sehat saja, dia akan meninggal pada batas waktu tertentu. Tapi karena kanker, dia meninggal sebelum itu," kata dokter spesialis neurologi Prof. dr. Elisna Syahruddin. P.Hd. Sp.P(K) dalam webinar Edukasi Lung Cancer Comprehensive Care in Indonesia, Sabtu (19/12/2020).

Menurut Elisna, penting untuk mendeteksi kanker sejak masih stadium awal. Sebab hal itu berkaitan dengan harapan hidup pasien. Deteksi dini stadium kanker dikorelasikan dengan lima tahun harapan hidup pasien.

"Kalau stadiumnya awal, harapan melewati lima tahun sangat tinggi. Tapi begitu stadium lanjut, disebutkan mulai dari stadium 3 dan 4, ini yang menyebabkan kematian prematur," ujarnya.

Dokter Eslina menyampaikan, data hingga 2018 tercatat ada lebih dari 18 juta orang di dunia mengalami sakit kanker. Setengah dari jumlah itu atau 9,55 juta pasien meninggal akibat kanker.

Jumlah pasien kanker yang meninggal prematur hingga 2016 ada sebanyak 29,7 persen, atau sekitar 4,5 juta jiwa, dari total kematian dini di dunia yang disebabkan penyakit tidak menular (salah satunya kanker) yang berjumlah 15,17 juta jiwa.

Dokter Eslina menambahkan, paling banyak kematian terjadi pada kanker paru-paru. Kanker paru mendominasi hingga 11,6 persen dari prevalensi penyakit kanker di dunia. Sedangkan angka kematiannya mencapai 18,4 persen.

"Jumlah kanker paru selalu terbanyak karena preventifnya belum jalan. Bukan hanya di Indonesia, tapi secara global preventif kanker paru juga belum berjalan sempurna," kata Eslina.

Kebanyakan diagnosa kanker paru terjadi saat sudah stadium lanjut, kondisi itu yang menyebabkan angka kematiannya juga besar. Selain itu, Eslina menambahkan, kanker paru juga bukan penyakit yang akan tiba-tiba terjadi.

baca juga

"Untuk kanker paru, hanya ukuran satu senti saja butuh waktu sepuluh tahun. Makanya kalau pencegahan dilakukan sekarang pun, sepuluh tahun kemudian efeknya baru terlihat penuh. Itu yang menyebabkan kanker paru terus akan menjadi ranking terbanyak. Dia juga adalah pembunuh terbanyak akibat kanker," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dia Kanker Terbanyak yang Dialami Lelaki dan Perempuan

Ini Dia Kanker Terbanyak yang Dialami Lelaki dan Perempuan

Health | Sabtu, 19 Desember 2020 | 11:37 WIB

Wanita Ini Justru Merasa Beruntung Terinfeksi Virus Corona, Ini Alasannya!

Wanita Ini Justru Merasa Beruntung Terinfeksi Virus Corona, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 13:35 WIB

Kanker Payudara Juga Bisa Terjadi pada Pria, Kenali Gejalanya

Kanker Payudara Juga Bisa Terjadi pada Pria, Kenali Gejalanya

Bogor | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:32 WIB

Terkini

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

×