Simak Fakta dan Gejala Virus Corona Baru yang Beredar di Inggris

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 20 Desember 2020 | 14:10 WIB
Simak Fakta dan Gejala Virus Corona Baru yang Beredar di Inggris
Ilustrasi: Simak Fakta dan Gejala Virus Corona Baru yang Beredar di Inggris

Suara.com - Menteri Kesehatan Inggris Hatt Hancock membuat heboh dunia setelah mengatakan adanya jenis baru virus corona Covid-19 yang disebut telah menyebar dan menulari warga Inggris.

Kabar ini meningkatkan kekhawatiran di tengah masyarakat, karena varian baru virus corona penyebab sakit Covid-19 tersebut ditakutkan berisiko membuat vaksin tidak bekerja efektif.

Berikut ini adalah seputar fakta dan gejala dari varian baru Covid-19 yang disebut lebih cepat menular, seperti diwartakan Metro, Minggu (20/12/2020)

1. Menular lebih cepat
Diungkap Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson baru-baru ini, varian baru virus corona  yang menyebar di Inggris ini 70 persen lebih menular daripada varian yang sebelumnya. Namun Johnson mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan jika varian ini lebih berbahaya. Pemerintah Inggris saat ini sedang menugaskan para ahli untuk menganalisis lebih jauh varian baru tersebut.

"Tidak ada bukti bahwa varian itu menyebabkan sakit lebih parah atau kematian pasien lebih tinggi, tapi varian ini muncul karena menyebabkan penularan lebih mudah," ujar Johnson.

Sedangkan bukti sementara penularan lebih cepat ini didapatkan, karena varian ini meningkatkan angka R (tingkat penularan) menjadi lebih besar 0,4 persen.

2. Gejala varian baru Covid-19
Layanan Kesehatan Masyarakat Inggris atau National Health Service (NHS) mengonfirmasi jika strain baru virus SARS CoV 2 atau Covid-19 memiliki gejala yang sama persis dengan varian sebelumnya yang beredar. Mereka yang terinfeksi varian baru ini masih akan mengalami batuk terus menerus, mengalami masalah hilangnya indra penciuman, rasa, dan baru, termasuk mengalami demam tinggi di atas 37,8 derajat celcius.

Batuk terus menerus yang dimaksud adalah mengalami batuk selama lebih dari satu jam, atau mengalami lebih dari tiga kali terbatuk-batuk selama 24 jam. Kelelahan juga kerap sering terjadi saat seseorang terinfeksi strain baru virus ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19, Ini 5 Cara Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Pandemi Covid-19, Ini 5 Cara Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Malang | Sabtu, 19 Desember 2020 | 18:00 WIB

Virus Corona Covid-19, Ini 5 Cara Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Virus Corona Covid-19, Ini 5 Cara Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Health | Sabtu, 19 Desember 2020 | 13:28 WIB

Data Baru Vaksin Pfizer, Cukup Satu Dosis Bisa Cegah Virus Corona

Data Baru Vaksin Pfizer, Cukup Satu Dosis Bisa Cegah Virus Corona

Health | Sabtu, 19 Desember 2020 | 12:40 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB