Efek Samping Virus Corona Covid-19, Pria Ini Alami Kebutaan dan Amputasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 09:30 WIB
Efek Samping Virus Corona Covid-19, Pria Ini Alami Kebutaan dan Amputasi
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyebabkan efek samping berat yang disebut Covid-19 panjang. Efek samping ini pun turut dirasakan oleh Mal Martin, pria asal Inggris yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Sebelumnya, Mal Martin menghabiskan waktu 94 hari menjalani perawatan akibat virus corona Covid-19 di rumah sakit. Selama 61 hari ia membutuhkan perawatan intensif menggunakan ventilator untuk membantu pernapasannya.

Kini, Mal Martin mengungkapkan dirinya mengalami kerusakan permanen pada tubuhnya akibat virus corona Covid-19. Mal Martin mengatakan ginjalnya tidak berfungsi dengan baik dan tangannya telah diamputasi.

"Saya mengalami kerusakan saraf di kaki dan kehilangan penglihatan di mata kanan yang tidak pernah bisa kembali," jelas Mal Martin dikutip dari Express.

Istrinya yang mengurus pun mengatakan kesehatan Mal Martin tidak cukup stabil, terkadang ia terlihat membaik tapi juga seketika memburuk.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Komplikasi virus corona Covid-19.

Virus corona Covid-19 adalah penyakit menular yang bisa menyebabkan efek jangka panjang. Tapi, penelitian sebelumnya tentang virus corona menunjukkan bahwa virus itu bisa melukai banyak organ dan menyebabkan beberapa gejala mengejutkan.

Orang dengan infeksi virus corona Covid-19 lebih parah mungkin mengalami kerusakan jangka panjang yang tidak hanya paru-paru, tetapi juga jantung, sistem kekebalan, otak dan anggota tubuh lain.

"Bukti dari wabah virus corona Covid-19 sebelumnya, terutama epidemi sindrom pernapasan akut parah (SARS) menunjukkan bahwa efek ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun," jelas peneliti.

Baca Juga: Studi Prancis: Virus Corona Covid-19 3 Kali Lebih Mematikan daripada Flu

Selain kerusakan organ, beberapa orang yang pulih dari virus corona Covid-19 bisa mengalami sistem kekebalan lemah. Mereka juga berisiko mengalami komplikasi permanen akibat virus ini.

"Pada waktu yang lama, orang yang telah terinfeksi virus akan rentan terhadap infeksi lainnya. Saya tidak hanya mengatakan ini hanya terjadi pada kasus virus corona Covid-19, tapi juga penyakit lainnya," kata Daniel Chertow, yang mempelajari patogen yang muncul di National Institutes of Health Clinical Center di Bethesda, Maryland.

Penelitian menunjukkan bahwa SARS juga salah satu virus yang menurunkan aktivitas sistem yang krisis produksi molekul pensinyalan disebut interferon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI