Kata Ahli, Rapid Test Bisa Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 23 Desember 2020 | 11:30 WIB
Kata Ahli, Rapid Test Bisa Picu Lonjakan Kasus Covid-19
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Rapid test merupakan salah satu metode pengujian untuk mendeteksi virus corona Covid-19 secara cepat dan massal. Tapi, seorang ahli memperingatkan bahwa rapid test atau tes cepat justru bisa menyebabkan lonjakan kasus virus corona Covid-19 karena hasilnya tidak akurat.

Profesor Jon Deeks menemukan banyak sekali orang yang pulang kampung atau berpergian ke tempat keluarganya untuk merayakan Natal terinfeksi virus corona, karena hasil rapid test yang tidak akurat.

Padahal tes virus corona Covid-19 ini sempat direncanakan untuk dilakukan ketika anak-anak sudah diperbolehkan kembali ke sekolah pada Januari 2021 mendatang.

Semua murid dari semua sekolahan yang mulai dijadwalkan kembali masuk harus melalui proses rapid test untuk mendeteksi dirinya bebas dari virus corona Covid-19 atau tidak.

Tetapi dilansir dari The Sun, Prof Deeks, dari Institute of Applied Health Research di University of Birmingham, menolak metode rapid test ini untuk mendeteksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

"Hasil rapid test ini sangat mengecewakan. Tetapi, rencana pemerintah Inggris untuk membuka kembali sekolah akan memperburuk keadaaan, bukannya lebih baik," jelas Prof Deeks.

Menurutnya, membuka kembali sekolahan ketika pandemi virus corona Covid-19 belum usai dan mengandalkan tes cepat untuk mendeteksi virus adalah langkah konyol.

Karena, tes cepat untuk virus corona Covid-19 ini menunjukkan hasil yang kurang akurat. Sekelompok orang yang memiliki gejala dan terinfeksi virus corona bisa mendapatkan hasil negatif palsu.

Hasil negatif palsu itu tentu sangat berbahaya karena bisa memberikan rasa aman yang salah pada seseorang. Sehingga mereka berisiko menyebarkan virusnya ke orang lain.

baca juga

Hal inilah yang mungkin menyebabkan lebih banyak kasus virus corona Covid-19. Sejauh ini, tes PCR adalam metode tes paling akurat untuk mendeteksi virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Inggris: Mutasi Virus Corona Bisa Picu Risiko Serius pada Anak-Anak

Ilmuwan Inggris: Mutasi Virus Corona Bisa Picu Risiko Serius pada Anak-Anak

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 08:02 WIB

Rapid Test Antigen Habis, Calon Penumpang Kereta di Tegal Gagal Berangkat

Rapid Test Antigen Habis, Calon Penumpang Kereta di Tegal Gagal Berangkat

Jawa Tengah | Selasa, 22 Desember 2020 | 21:31 WIB

Bahas Efektivitas Rapid Test Antigen untuk Libur Akhir Tahun, Simak Di Sini

Bahas Efektivitas Rapid Test Antigen untuk Libur Akhir Tahun, Simak Di Sini

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 08:15 WIB

Terkini

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang

Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB

×