Kebanyakan Minum Teh Bisa Timbulkan Dampak pada Kesehatan, Apa Saja?

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Sabtu, 26 Desember 2020 | 17:55 WIB
Kebanyakan Minum Teh Bisa Timbulkan Dampak pada Kesehatan, Apa Saja?
Ilustrasi minum teh. (Sumber: Shutterstock)

Jika Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk dan rutin minum teh berkafein, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengurangi asupanmya - terutama jika Anda juga mengonsumsi minuman atau suplemen lain yang mengandung kafein.

4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dengan perut kosong. Tanin dalam daun teh bertanggung jawab atas rasa teh yang pahit dan kering. Sifat astringen dari tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan, berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Jumlah teh yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek ini dapat sangat bervariasi tergantung orangnya. Orang yang lebih sensitif mungkin mengalami gejala ini setelah minum sedikitnya 1-2 cangkir (240-480 ml) teh, sedangkan yang lain mungkin dapat minum lebih dari 5 cangkir (1,2 liter) tanpa menyadari efek buruknya.

Jika Anda melihat gejala-gejala ini setelah minum teh, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah total yang Anda minum pada satu waktu.

Anda juga dapat mencoba menambahkan sedikit susu atau menikmati makanan dengan teh Anda. Tanin dapat mengikat protein dan karbohidrat dalam makanan, yang dapat meminimalkan iritasi pencernaan.

5. Sakit maag
Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan Anda dari perut, memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan. Kafein juga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung total.

Tentu saja, minum teh belum tentu menyebabkan mulas. Orang-orang merespons paparan makanan yang sama dengan sangat berbeda. Meskipun demikian, jika Anda rutin mengonsumsi teh dalam jumlah besar dan sering mengalami mulas, ada baiknya untuk mengurangi asupan dan melihat apakah gejala Anda membaik.

6. Komplikasi kehamilan
Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat lahir bayi rendah.

Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas seberapa aman kafein tersebut. Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah jika Anda menjaga asupan kafein harian di bawah 200-300 mg.

Konon, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk tidak melebihi tanda 200 mg. Kandungan kafein total teh dapat bervariasi tetapi biasanya berkisar antara 20–60 mg per cangkir (240 ml). Oleh karena itu, berhati-hatilah, sebaiknya tidak minum lebih dari sekitar 3 cangkir (710 ml) per hari.

Beberapa orang lebih suka minum teh herbal bebas kafein sebagai pengganti teh biasa untuk menghindari paparan kafein selama kehamilan. Namun, tidak semua teh herbal aman digunakan selama kehamilan. Misalnya, teh herbal yang mengandung black cohosh atau licorice dapat menyebabkan persalinan prematur dan harus dihindari.

Jika Anda hamil dan khawatir tentang asupan kafein atau teh herbal Anda, pastikan untuk mencari panduan dari penyedia layanan kesehatan Anda.

7. Sakit kepala
Asupan kafein yang terputus-putus dapat membantu meredakan sakit kepala jenis tertentu. Namun, bila digunakan secara kronis, efek sebaliknya dapat terjadi. Konsumsi kafein dari teh secara rutin dapat menyebabkan sakit kepala berulang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat menyebabkan kambuhnya sakit kepala setiap hari, tetapi jumlah pasti yang dibutuhkan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi berdasarkan toleransi individu.

Teh cenderung lebih rendah kafeinnya daripada jenis minuman berkafein populer lainnya, seperti soda atau kopi, tetapi beberapa jenis masih dapat menyediakan kafein sebanyak 60 mg per cangkir (240 ml). Jika Anda mengalami sakit kepala berulang dan berpikir itu mungkin terkait dengan asupan teh Anda, coba kurangi atau hilangkan minuman ini dari makanan Anda untuk sementara waktu untuk melihat apakah gejala Anda membaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Picu Keracunan, Ini Manfaat dan Efek Samping Konsumsi Teh Daun Sirsak

Bisa Picu Keracunan, Ini Manfaat dan Efek Samping Konsumsi Teh Daun Sirsak

Jatim | Jum'at, 25 Desember 2020 | 12:56 WIB

Beragam Manfaat Teh Jahe Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Beragam Manfaat Teh Jahe Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 18:45 WIB

Bukan Cuma Obat Diare, Berikut 5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji

Bukan Cuma Obat Diare, Berikut 5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji

Bali | Senin, 21 Desember 2020 | 10:52 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB