Kebanyakan Minum Teh Bisa Timbulkan Dampak pada Kesehatan, Apa Saja?

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Sabtu, 26 Desember 2020 | 17:55 WIB
Kebanyakan Minum Teh Bisa Timbulkan Dampak pada Kesehatan, Apa Saja?
Ilustrasi minum teh. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Meski katanya minum teh itu menyehatkan, namun ada efek samping yang ditimbulkannya jika Anda kebanyakan minum teh setiap hari.

Teh sering dikonsumsi saat sarapan di pagi hari, atau sebagai minuman selingan saat beristirahat dari aktivitas yang padat. Teh juga bisa menggantikan kopi untuk mereka yang sensitif terhadap kandungan kafein di minuman kopi.

Teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Ketika dikonsumsi dengan tepat, akan ada banyak efek positif yang bisa Anda dapat dari minum teh. Tetapi ada beberapa kekurangan jika Anda minum teh setiap hari. Ini dia dampaknya, seperti dilansir dari Healthline, Sabtu (26/12/2020).

1. Mengurangi penyerapan zat besi
Teh mengandung tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, membuat Anda kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi banyak dialami oleh penduduk dunia, dan asupan teh yang berlebihan dapat memperburuk kondisi Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa tanin pada teh lebih cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada zat besi dari makanan hewani. Jadi, jika Anda mengikuti pola makan vegan atau vegetarian yang ketat, Anda mungkin harus memberi perhatian ekstra pada seberapa banyak teh yang Anda konsumsi.

Jumlah pasti tanin dalam teh bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara pembuatannya. Meskipun demikian, membatasi asupan hingga 3 cangkir atau kurang (710 ml) per hari, bisa jadi cara yang aman bagi kebanyakan orang.

Jika Anda memiliki kadar zat besi rendah di dalam tubuh tetapi masih menikmati minum teh, pertimbangkan untuk meminumnya di antara waktu makan sebagai tindakan pencegahan ekstra. Dengan begitu, kecil keumungkinan teh akan menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang Anda santap.

2. Meningkatnya kecemasan, stres, dan kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh, atau sumber lain, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah. Secangkir teh (240 ml) rata-rata mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung pada varietas dan metode pembuatannya. Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau dan putih, dan semakin lama Anda menyeduh teh, semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak mungkin menyebabkan kecemasan yang signifikan pada kebanyakan orang. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein daripada yang lain, sehingga perlu membatasi asupannya lebih lanjut.

Jika Anda menyadari kebiasaan minum teh membuat Anda merasa gelisah atau gugup, itu bisa menjadi tanda Anda sudah minum terlalu banyak dan mungkin harus menguranginya untuk mengurangi gejala.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memilih teh herbal bebas kafein. Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman Camellia sinensis. Sebaliknya, mereka dibuat dari berbagai bahan bebas kafein, seperti bunga, jamu, dan buah.

3. Tidur yang buruk
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur Anda. Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak Anda bahwa sudah waktunya untuk tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, yang mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

Tidur yang tidak memadai dikaitkan dengan berbagai masalah mental, termasuk kelelahan, gangguan memori, dan berkurangnya rentang perhatian. Terlebih lagi, kurang tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan kontrol gula darah yang buruk.

Orang-orang memetabolisme kafein pada tingkat yang berbeda, dan sulit untuk memprediksi dengan tepat bagaimana pengaruhnya terhadap pola tidur pada semua orang.

Beberapa penelitian menemukan bahwa hanya 200 mg kafein yang dikonsumsi 6 jam atau lebih sebelum tidur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur, sedangkan penelitian lain tidak menemukan efek yang signifikan.

Jika Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk dan rutin minum teh berkafein, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengurangi asupanmya - terutama jika Anda juga mengonsumsi minuman atau suplemen lain yang mengandung kafein.

4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dengan perut kosong. Tanin dalam daun teh bertanggung jawab atas rasa teh yang pahit dan kering. Sifat astringen dari tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan, berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Jumlah teh yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek ini dapat sangat bervariasi tergantung orangnya. Orang yang lebih sensitif mungkin mengalami gejala ini setelah minum sedikitnya 1-2 cangkir (240-480 ml) teh, sedangkan yang lain mungkin dapat minum lebih dari 5 cangkir (1,2 liter) tanpa menyadari efek buruknya.

Jika Anda melihat gejala-gejala ini setelah minum teh, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah total yang Anda minum pada satu waktu.

Anda juga dapat mencoba menambahkan sedikit susu atau menikmati makanan dengan teh Anda. Tanin dapat mengikat protein dan karbohidrat dalam makanan, yang dapat meminimalkan iritasi pencernaan.

5. Sakit maag
Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan Anda dari perut, memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan. Kafein juga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung total.

Tentu saja, minum teh belum tentu menyebabkan mulas. Orang-orang merespons paparan makanan yang sama dengan sangat berbeda. Meskipun demikian, jika Anda rutin mengonsumsi teh dalam jumlah besar dan sering mengalami mulas, ada baiknya untuk mengurangi asupan dan melihat apakah gejala Anda membaik.

6. Komplikasi kehamilan
Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat lahir bayi rendah.

Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas seberapa aman kafein tersebut. Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah jika Anda menjaga asupan kafein harian di bawah 200-300 mg.

Konon, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk tidak melebihi tanda 200 mg. Kandungan kafein total teh dapat bervariasi tetapi biasanya berkisar antara 20–60 mg per cangkir (240 ml). Oleh karena itu, berhati-hatilah, sebaiknya tidak minum lebih dari sekitar 3 cangkir (710 ml) per hari.

Beberapa orang lebih suka minum teh herbal bebas kafein sebagai pengganti teh biasa untuk menghindari paparan kafein selama kehamilan. Namun, tidak semua teh herbal aman digunakan selama kehamilan. Misalnya, teh herbal yang mengandung black cohosh atau licorice dapat menyebabkan persalinan prematur dan harus dihindari.

Jika Anda hamil dan khawatir tentang asupan kafein atau teh herbal Anda, pastikan untuk mencari panduan dari penyedia layanan kesehatan Anda.

7. Sakit kepala
Asupan kafein yang terputus-putus dapat membantu meredakan sakit kepala jenis tertentu. Namun, bila digunakan secara kronis, efek sebaliknya dapat terjadi. Konsumsi kafein dari teh secara rutin dapat menyebabkan sakit kepala berulang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat menyebabkan kambuhnya sakit kepala setiap hari, tetapi jumlah pasti yang dibutuhkan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi berdasarkan toleransi individu.

Teh cenderung lebih rendah kafeinnya daripada jenis minuman berkafein populer lainnya, seperti soda atau kopi, tetapi beberapa jenis masih dapat menyediakan kafein sebanyak 60 mg per cangkir (240 ml). Jika Anda mengalami sakit kepala berulang dan berpikir itu mungkin terkait dengan asupan teh Anda, coba kurangi atau hilangkan minuman ini dari makanan Anda untuk sementara waktu untuk melihat apakah gejala Anda membaik.

8. Pusing
Meskipun perasaan pusing adalah efek samping yang lebih jarang terjadi, bisa jadi itu karena terlalu banyak minum kafein dari teh. Gejala ini biasanya dikaitkan dengan dosis besar kafein, biasanya lebih dari 400-500 mg, atau sekitar 6-12 cangkir (1,4-2,8 liter) teh. Namun, ini bisa terjadi dengan dosis yang lebih kecil pada orang yang sangat sensitif.

Umumnya, tidak disarankan untuk mengonsumsi teh sebanyak itu sekaligus. Jika Anda sering merasa pusing setelah minum teh, pilih versi kafein yang lebih rendah atau konsultasikan dengan dokter Anda.

9. Ketergantungan kafein
Kafein adalah stimulan pembentuk kebiasaan, dan asupan rutin dari teh atau sumber lain dapat menyebabkan ketergantungan. Gejala ketergantungan kafein mungkin termasuk sakit kepala, lekas marah, detak jantung meningkat, dan kelelahan.

Tingkat keterpaparan yang diperlukan untuk mengembangkan ketergantungan dapat sangat bervariasi tergantung pada orangnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan itu bisa dimulai setelah 3 hari asupan berturut-turut, dengan peningkatan keparahan dari waktu ke waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Picu Keracunan, Ini Manfaat dan Efek Samping Konsumsi Teh Daun Sirsak

Bisa Picu Keracunan, Ini Manfaat dan Efek Samping Konsumsi Teh Daun Sirsak

Jatim | Jum'at, 25 Desember 2020 | 12:56 WIB

Beragam Manfaat Teh Jahe Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Beragam Manfaat Teh Jahe Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 18:45 WIB

Bukan Cuma Obat Diare, Berikut 5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji

Bukan Cuma Obat Diare, Berikut 5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji

Bali | Senin, 21 Desember 2020 | 10:52 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB