Ketahui 7 Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Lansia Agar Tetap Sehat

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 28 Desember 2020 | 15:55 WIB
Ketahui 7 Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Lansia Agar Tetap Sehat
Sebagai ilustrasi: Ketahui 7 Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Lansia Agar Tetap Sehat (Shutterstocks)

Suara.com - Setiap manusia membutuhkan asupan gizi seimbang serta nutrisi yang penting agar tubuh tetap sehat. Kecukupan gizi tersebut dapat disesuaikan dengan usia dan aktivitas yang dilakukan.

Misalnya, jumlah gizi yang dibutuhkan oleh orang lanjut usia tentu berbeda dengan orang dewasa muda dan anak-anak.

Apalagi jika lansia telah memiliki penyakit dan harus membatasi asupan makanan tertentu.

Staf Departemen Ilmu Gizi Universitas Indonesia dr. drg. Dwirini Retno M.S. dalam webinar yang selenggarakan Fakultas Kedokteran UI, Minggu (27/12), memaparkan takaran jumlah gizi dan nutri yang harus dipenuhi oleh lansia. Apa saja? Berikut paparannya!

Ilustrasi makanan sehat (Shutterstock)
Ilustrasi makanan sehat (Shutterstock)

1. Protein
Dokter Dwirini mengatakan, lansia dianjurkan mendapat protein lebih tinggi daripada dewasa muda yaitu 1-1,2 gram per kg berat badan per hari. Ia mencontohkan, jika berat badan lansia 50 kg maka asupan protein yang harus didapat setiap hari sebanyak 50-60 gram.

"Itu kira-kira satu dada ayam besar per hari, tentu dibagi dalam tiga kali makan," jelasnya. Sumber protein bisa didapat dari hewan maupun tumbuhan. Sumber protein hewani terdapat pada ikan, ayam, telur, seafood, juga produk susu. Sedangkan protein nabati bisa didapat dari tahu dan tempe.

2. Karbohidrat
Karbohidrat jadi penyumbang sumber energi terbesar. Lansia harus konsumsi karbohidrat sebanyak 50-60 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari. Menurut dokter Dwirini, kebanyakan lansia membutuhkan 1.500 kalori per hari. Sehingga jumlah karbohidrat yang harus terpenuhi sekitar 650 gram per hari. "Itu sedikit lho. Satu bungkus nasi padang itu sudah 500 kalori," ujarnya.

Selain nasi, Dwirini menyampaikan bahwa sumber karbohidrat juga bisa didapatkan dari mi, bihun, kentang, umbi-umbian, juga makana manis tang mengnadung tepung dan gula. Dokter Dwirini mengingatkan agar lansia sebaiknya mengurangi konsumsi gula sederhana, seperti gula pasir. Disarankan untuk menggantinya dengan gula kompleks yang terdapat alami pada buah-buahan.

"Gula kompleks yang indeks glikemiknya rendah. Karena kalau makan karbohidrat itu diolah oleh tubuh hasil akhirnya lemak jahat itu yang mengakibatkan diabetes melitus dan jantung koroner. Jadi harus variasi pemilihan karbo," tuturnya.

3. Lemak
Lansia membutuhkan asupan lemak cukup banyak yakni 20-30 persen dari total kalori. Menurut Dwirini, yang harus diingat memilih lemak yang baik yaitu lemak tidak jenuh. Lemak tidak jenuh terdapat pada minyak nabati, mintak zaitun, minyak bunga matahari, minyak sawit. "Tapi bukan berarti dipakai untuk menggoreng justru makin jahat nantinya," ucap Dwirini.

4. Serat
Serat juga sangat penting bagi lansia. Karena berfungsi untuk pergerakan usus. Dokter Dwirini menyampaikan bahwa saat lansia proses pencernaan sudah mulai menurun sehingga mudah mengalami sembelit. Serat dari sayur dan buah-buahan membantu melancatkan proses pencernaan.

5. Vitamin
Vitamin sering kali dilupakan karena merasa telah cukup mendapatkannya dari makanan yang dikonsumsi. Padahal, menurut Dwirini, vitamin dalam bahan makanan bisa berkurang, atau bahkan menghilang, karena proses pemasakan. "Sehingga kita perlu menambah vitamin dari luar. Vit A, B1, B2, B6, asam folat, vitamin C, vitamin D," ucapnya.

6. Mineral
Lansia rentan kekurangan mineral, salah satunya kalsium yang bisa sebabkan kerapuhan tulang. Serta kekurangan zat besi yang bisa sebabkan anemia. Zat besi banyak terdapat pada sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.

Menurut Dwirini, lansia kerap kali mengurangi jumlah minum lantaran malas jika terlalu sering buang air kecik. Padahal, asupan air dibuthkan oleh tubuh paling tidak 1.500 mililiter setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survey India: Ada Tiga Kelompok Paling Disulitkan selama Pandemi Covid-19

Survey India: Ada Tiga Kelompok Paling Disulitkan selama Pandemi Covid-19

Health | Senin, 28 Desember 2020 | 10:35 WIB

18 Lansia Tewas karena Covid-19 Setelah Sinterklas Kunjungi Panti Jompo

18 Lansia Tewas karena Covid-19 Setelah Sinterklas Kunjungi Panti Jompo

News | Senin, 28 Desember 2020 | 10:50 WIB

Tak Lagi Muda, Potret Sopir Angkot Lansia Ditemani Istri Bikin Terenyuh

Tak Lagi Muda, Potret Sopir Angkot Lansia Ditemani Istri Bikin Terenyuh

Sumsel | Jum'at, 25 Desember 2020 | 16:37 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB