Sistem Rantai Dingin Terganggu, Jerman Tunda Vaksinasi Virus Corona

M. Reza Sulaiman

Senin, 28 Desember 2020 | 16:13 WIB
Sistem Rantai Dingin Terganggu, Jerman Tunda Vaksinasi Virus Corona
Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)

Suara.com - Distribusi vaksin virus Corona mewajibkan penggunaan sistem rantai dingin. Adanya masalah pada sistem distribusi ini bisa membuat vaksin rusak dan tak bisa digunakan.

Masalah inilah yang menyebabkan kampanye vaksinasi virus corona Jerman menghadapi penundaan di beberapa kota pada Minggu (27/12/2020) setelah pelacak suhu menunjukkan bahwa sekitar 1.000 suntikan yang dilakukan oleh BioNTech dan Pfizer mungkin tidak disimpan cukup dingin selama transit.

"Saat membaca penanda suhu yang disertakan dalam kotak pendingin, timbul keraguan tentang pemenuhan persyaratan rantai suhu dingin," demikian pernyataan distrik Lichtenfels di utara negara bagian terbesar Jerman, Bavaria, dilansir ANTARA.

Staf medis menemukan bahwa suhu dalam satu kotak pendingin pengangkut vaksin telah meningkat hingga 15 derajat Celcius, kata juru bicara Lichtenfels, di atas maksimum 8C yang ditetapkan oleh produsen.

Ia menambahkan bahwa pihaknya belum menerima saran dari BioNtech tentang bagaimana cara mengatasinya.

Pemerintah daerah di wilayah Upper Franconia Bavaria, tempat beberapa distrik yang terkena dampak, mengatakan bahwa BioNTech membereskan vaksin-vaksin itu pada Minggu malam.

"BioNTech telah mengonfirmasi kualitas suntikan vaksin," kata juru bicara Upper Franconia. "Program vaksinasi dapat dimulai (di wilayah kami)."

BioNtech sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas pengiriman ke 25 pusat distribusi Jerman dan bahwa negara bagian federal dan otoritas lokal bertanggung jawab atas pengiriman ke pusat vaksinasi dan tim vaksinasi keliling.

"Di sinilah variasi suhu terjadi. Kami berhubungan dengan banyak pihak berwenang untuk memberikan nasihat, namun terserah mereka bagaimana melanjutkannya", kata juru bicara BioNTech.

baca juga

Dalam presentasi bulan Desember, BioNtech mengatakan bahwa setelah dikeluarkan dari pendingin, vaksin dapat disimpan hingga lima hari pada suhu 2-8C dan hingga dua jam pada suhu hingga 30 derajat Celcius, sebelum digunakan.

Vaksin, yang menggunakan apa yang disebut teknologi mRNA, harus disimpan pada suhu sangat rendah sekitar -70 derajat Celcius (-112F) sebelum dikirim ke pusat distribusi dalam kotak pendingin yang dirancang khusus berisi es kering.

Setelah keluar dari penyimpanan suhu sangat rendah, vaksin harus disimpan pada 2°C hingga 8°C agar tetap efektif hingga lima hari. Kotak pendingin yang dirancang oleh Pfizer dilengkapi dengan pelacak GPS sehingga perusahaan dapat menangani masalah penyimpanan potensial dalam perjalanan.

Juru bicara Lichtenfels mengatakan 1.000 suntikan telah dipengaruhi oleh masalah suhu dan bahwa kota dan distrik Coburg, Kronach, Kulmbach, Hof, Bayreuth dan Wunsiedel di utara Bavaria sedang menunggu untuk mendengar dari BioNTech tentang apakah vaksin tersebut masih dapat digunakan. .

"Vaksinasi terhadap virus corona bukanlah tentang siapa yang memvaksinasi paling cepat atau siapa yang paling banyak memberikan dosis. Keselamatan dan kesungguhan bekerja untuk kepentingan populasi memiliki prioritas tertinggi," kata Oliver Baer, administrator distrik di Hof.

Uni Eropa meluncurkan kampanye vaksinasi COVID-19 massal pada Minggu dengan para pensiunan dan petugas medis mengantre untuk mendapatkan suntikan pertama untuk mengatasi pandemi yang telah melumpuhkan ekonomi dan merenggut lebih dari 1,7 juta jiwa di seluruh dunia.

Penundaan di Jerman memperlihatkan tantangan dalam meluncurkan vaksin sementara regulator meninjau persetujuan suntikan lain, termasuk yang dibuat oleh Moderna dan AstraZeneca, yang lebih mudah untuk diangkut dan disimpan.

Peluncuran vaksin Pfizer di Amerika Serikat berjalan lambat sehingga membuat target pemerintah untuk 20 juta vaksinasi bulan ini diragukan, karena rumah sakit telah menavigasi persiapan suntikan yang sebelumnya dibekukan untuk digunakan, menemukan staf untuk menjalankan klinik dan memastikan jarak sosial yang tepat. .

Di Jerman, masalah suhu serupa juga menunda dimulainya kampanye vaksinasi di distrik selatan Bavaria, Augsburg dan Dillingen, di mana staf akhirnya mendapat izin dari BioNTech untuk menggunakan suntikan.

Kampanye vaksinasi Jerman secara resmi dimulai pada Minggu dengan penghuni panti jompo diinjeksi. Pemerintah federal berencana untuk mendistribusikan lebih dari 1,3 juta dosis kepada otoritas kesehatan lokal pada akhir tahun ini dan sekitar 700.000 per minggu mulai Januari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:35 WIB

Kebutuhan Pangan Meningkat, Industri Rantai Dingin Terintegrasi Jadi Tulang Punggung Distribusi!

Kebutuhan Pangan Meningkat, Industri Rantai Dingin Terintegrasi Jadi Tulang Punggung Distribusi!

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 10:44 WIB

Tingkatkan Percepatan Program Vaksinasi, Indonesia Butuh Lebih Banyak Mesin Pendingin Vaksin

Tingkatkan Percepatan Program Vaksinasi, Indonesia Butuh Lebih Banyak Mesin Pendingin Vaksin

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 21:52 WIB

Terkini

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:35 WIB

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

×