Heboh Cabai Pakai Pewarna, Ngeri Banget Risikonya Pada Ginjal

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 03 Januari 2021 | 13:50 WIB
Heboh Cabai Pakai Pewarna, Ngeri Banget Risikonya Pada Ginjal
Cabai rawit yang diberi pewarna merah ditunjukkan Bupati Banyumas di Pendopo Supanji Purwokerto, Rabu (30/12/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

Suara.com - Cabai dengan campuran bahan pewarna ditemukan Kepolisian Resor Temanggung.  Seorang petani berinisial BN (35) warga Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diduga mencampur cabai rawit hijau dengan pewarna bukan untuk makanan, sehingga cabai tersebut menyerupai cabai rawit merah yang harganya lebih mahal.

"Perbuatan pelaku didasari cabai hijau dengan cabai merah harganya terpaut jauh. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, cabai hijau itu diwarnai menyerupai cabai merah," kata Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi dilansir dari ANTARA, Kamis (31/12/2020). 

Polisi menyita barang bukti berupa cabai hijau yang diberi pewarna oranye dan cat pewarna. Benny menyampaikan, gelar perkara itu sengaja dilakukan lebih cepat agar tidak berdampak luas pada masyarakat.

Ilustrasi ginjal. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ginjal. (sumber: Shutterstock)

Sementara itu dampaknya terhadap kesehatan, dokter spesialis penyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam. Sp.PD., mengingatkan bahwa zat pewarna bukan untuk makanan tidak boleh terhirup oleh tubuh. Apalagi kalau sampai dikonsumsi, tentu bisa merusak fungsi organ tubuh. 

"Zat warna yang disemprotkan sejatinya tidak boleh terhirup oleh pernapasan kita karena bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru," jelasnya, dikutip dari kanal YouTube dr. Ari Syam Talkshow, Minggu (3/12/2020).

Dokter Ari juga menjelaskan bahwa kandungan logam berat pada zat pewarna itu lah yang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal, hati, hingga sistem saraf.

"Zat pewarna mengandung zat kimia yang berbahaya, mengandung berbagai macam logam berat. Biasanya zat warna tidak boleh dikonsumsi manusia karena jelas yang akan terganggu ginjal, liver, persarafan," papar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. 

Dampak paling buruk, menurut dokter Ari, mencampur zat pewarna ke dalam makanan kemudian dikonsumsi bisa sebabkan kanker. 

"Bila terkena dalam jumlah waktu panjang dan jumlah signifikan bisa sebabkan kanker. Itu yang harus jadi perhatian masyarakat dalam membeli cabai. Ketika zat kimia bukan untuk dikonsumsi kemudian dikonsumsi akan menyebabkan masalah pada kesehatan," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Temanggung Pastikan Cabai dari Wilayahnya Aman Dikonsumsi

Bupati Temanggung Pastikan Cabai dari Wilayahnya Aman Dikonsumsi

Jawa Tengah | Sabtu, 02 Januari 2021 | 21:00 WIB

Warnai Cabai Muda Jadi Merah, Petani di Temanggung Diamankan Polisi

Warnai Cabai Muda Jadi Merah, Petani di Temanggung Diamankan Polisi

Jawa Tengah | Kamis, 31 Desember 2020 | 18:14 WIB

Akhir Tahun 2020, Harga Cabai di Medan Tak Lagi Pedas

Akhir Tahun 2020, Harga Cabai di Medan Tak Lagi Pedas

Sumut | Kamis, 31 Desember 2020 | 13:26 WIB

Terkini

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:26 WIB

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:51 WIB

×