Beda dari Inggris, Jepang Deteksi Varian baru Virus Corona

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 12:15 WIB
Beda dari Inggris, Jepang Deteksi Varian baru Virus Corona
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Suara.com - Varian baru virus corona telah terdeteksi pada empat wisatawan yang tiba di Tokyo dari Brasil. Demikian kata Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan pada hari Minggu.

Mutasi, yang berbeda dari yang telah didokumentasikan di Inggris dan Afrika Selatan, adalah kejadian terbaru dari virus yang berkembang.

Kabar tersebut muncul ketika beberapa pemerintah daerah di Jepang tengah meminta status darurat diumumkan untuk membendung gelombang pasang kasus virus corona di negara tersebut.

Dilansir dari Euronews, tindakan serupa yang disetujui oleh perdana menteri Yoshihide Suga mulai berlaku di Tokyo dan sekitar wilayah Chiba, Kanagawa, dan Saitama pada hari Jumat. Nantinya restoran dan bar tutup mulai pukul 8 malam selama setidaknya sebulan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Prefektur Gifu menerapkan keadaan darurat selama sebulan pada hari Sabtu. Para pemimpin prefektur Osaka, Kyoto, dan Hyogo secara resmi meminta untuk mengikutinya.

Lonjakan kasus ini dikaitkan dengan penemuan varian Inggris yang lebih dapat ditularkan.

Jepang pertama kali melaporkan kasus varian virus corona yang ditemukan di Inggris pada akhir Desember. Penemuan itu mendorong negara itu untuk menutup perbatasannya untuk semua non-penduduk.

Para wisatawan dari wilayah Amazonas Brasil dinyatakan positif terkena virus korona saat tiba di Bandara Internasional Haneda Tokyo pada 2 Januari setelah menghabiskan waktu di karantina di bandara.

Takaji Wakita, kepala National Institute of Infectious Diseases, mengatakan varian baru virus itu berbeda dari yang sudah beredar di Inggris dan Afrika Selatan.

Tujuh orang didiagnosis dengan varian Inggris, Kementerian Kesehatan Jepang mengkonfirmasi, semuanya telah melakukan perjalanan ke Jepang dari Inggris atau melakukan kontak dengan seseorang yang mengalaminya.

"Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru yang ditemukan pada mereka yang berasal dari Brasil memiliki tingkat penularan tinggi," kata Wakita kepada wartawan dalam sebuah penjelasan pada Minggu.

Dari empat yang dites positif dengan varian tersebut, satu pria berusia empat puluhan dirawat di rumah sakit setelah mengalami masalah pernapasan. Demikian pula, seorang wanita berusia tiga puluhan mengeluh sakit kepala dan sakit tenggorokan, sedangkan seorang remaja pria mengalami demam. Remaja kedua tidak menunjukkan gejala.

Secara keseluruhan, Jepang telah mencatat 282.737 kasus dan 3.805 kematian sejak dimulainya pandemi, menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade pada Juli, setahun lebih lambat dari yang direncanakan setelah ditunda karena pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Dimulai Januari Ini, Pemerintah Siapkan 426 Juta Dosis

Vaksinasi Dimulai Januari Ini, Pemerintah Siapkan 426 Juta Dosis

News | Senin, 11 Januari 2021 | 11:07 WIB

Jokowi: Kita Wajib Bersyukur Indonesia Mampu Menghadapi Pandemi Covid-19

Jokowi: Kita Wajib Bersyukur Indonesia Mampu Menghadapi Pandemi Covid-19

News | Senin, 11 Januari 2021 | 10:53 WIB

Kabar Duka, Seorang Warga Solok Selatan Meninggal Terpapar Covid-19

Kabar Duka, Seorang Warga Solok Selatan Meninggal Terpapar Covid-19

Sumbar | Senin, 11 Januari 2021 | 10:32 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB