Anak Juga Bisa Jalani Operasi Bedah Jantung, Apa Bedanya Dengan Dewasa?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 13:50 WIB
Anak Juga Bisa Jalani Operasi Bedah Jantung, Apa Bedanya Dengan Dewasa?
Ilustrasi operasi bedah. (Pixabay)

Suara.com - Operasi bedah jantung bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Hanya saja pemicunya berbeda.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dr. Achmad Faisal. Sp.BTKV., menjelaskan bahwa pembedahan jantung pada orang dewasa kebanyakan diakibatkan penyakit jantung koroner. 

"Di mana aliran darah yang mendarahi jantung melalui pembuluh arteri koronaria atau pembuluh darah jantung itu tersumbat," jelasnya saat siaran langsung pada radio kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (11/1/2021).

Selain itu, pemicu bedah jantung pada orang dewasa juga bisa dilakukan untuk mengoreksi atau penggantian katup jantung yang rusak. 

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi jantung. (Shutterstock)

Berbeda dengan yang dialami anak-anak,  Dokter Faisal mengatakan, kebanyakan pembedahan dilakukan bertujuan untuk koreksi kelainan jantung akibat fungsi kolateral yang bermasalah. 

"Seperti adanya kebocoran sekat jantung, kebocoran sekat katup, ataupun kelainan kolateral lain yang lebih berat," katanya.

Ia mencontohkan, kelainan kolateral yang lebih berat bisa terjadi ketika seseorang memiliki dua pembuluh darah pada satu ruang jantung.

"Itu kelainan jantung yang sangat komplek bisa terjadi pada anak. Intinya kalau pada anak kita sebut bedah jantung kongenital atau pediatrik, itu lebih kepada koreksi," jelasnya.

Sebelumnya, selama pembedahan dilakukan, dokter Faisal menjelaskan bahwa tugas jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh akan digantikan sementara oleh mesin.

"Itulah fungsi dari mesin jantung paru, selama masa operasi aliran darah atau fungsi jantung diambil alih mesin," katanya.

Menurutnya, seiring berkembangnya teknologi alat medis, keberhasilan bedah jantung juga meningkat. Jauh berbeda dibandingkan sekitar tahun 1960-an saat awal bedah jantung ada di Indonesia, tetapi masih minim fasilitas dan teknologi. 

"Awal tahun 60-an sejarah bedah jantung di Indonesia, pada awal berdiri mereka banyak pasien yang alami kegagalan. Karena memang teknologi saat itu di Indonesia masih sangat minim, kurangnya fasilitas juga pada saat itu," ujar dokter di Rumah Sakit Harapan Kita itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jantung Diistirahatkan Saat Operasi Bedah, Lalu Siapa yang Pompa Darah?

Jantung Diistirahatkan Saat Operasi Bedah, Lalu Siapa yang Pompa Darah?

Health | Senin, 11 Januari 2021 | 12:45 WIB

Canggih, Dokter Indonesia Berhasil Lakukan 3D Mapping System Kasus Aritmia

Canggih, Dokter Indonesia Berhasil Lakukan 3D Mapping System Kasus Aritmia

Health | Sabtu, 09 Januari 2021 | 17:37 WIB

Bukan Hanya Perasaan Semata, Ternyata Seperti Ini Bentuk Sindrom Patah Hati

Bukan Hanya Perasaan Semata, Ternyata Seperti Ini Bentuk Sindrom Patah Hati

Health | Jum'at, 08 Januari 2021 | 21:49 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB