Kematian Capai 29 Orang, Norwegia Serahkan Keputusan Kepada Dokter

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Senin, 18 Januari 2021 | 18:53 WIB
Kematian Capai 29 Orang, Norwegia Serahkan Keputusan Kepada Dokter
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Suara.com - Pejabat kesehatan Norwegia memperingatkan bahwa memvaksinasi orang lanjut usia (lansia), yang memiliki sistem kekebalan lemah dengan kondisi kesehatan serius, dapat berbahaya.

Peringatan ini keluar setelah negara tersebut mendapati adanya kasus kematian sejak vaksinasi Covid-19 massal dilakukan pekan lalu.

Badan Obat Norwegia pertama kali melaporkan kasus kematian pada 23 lansia, Kamis (14/1/2021), setelah korban menerima dosis pertama vaksin Pfizer.

Badan tersebut mengatakan 13 orang di antaranya diduga menderita efek samping mematikan.

Pada Minggu (17/1/2021), jumlah kematian bertambah tujuh orang. Artinya, dalam kurun waktu beberapa minggu vaksin telah menyebabkan 29 lansia meninggal di negara tersebut.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. vaksin(Sumber: Shutterstock)

Menurut pemerintah, dilansir Business Insider, semua kematian terkait dengan vaksin Pfizer.

Kepala dokter di Badan Obat Norwegia Sigurd Hortemo mencatat demam, muntah dan mual sebagai efek samping yang diduga menjadi penyebab kematian.

Kasus kematian terbaru, yang semuanya terjadi pada pasien panti jompo, mendorong pejabat untuk mengubah pedoman vaksinasi mereka.

Mereka menyerahkan keputusan kepada masing-masing dokter untuk memilih siapa yang harus divaksinasi.

baca juga

Namun, pejabat Norwegia menegaskan bahwa mereka tidak khawatir dan reaksi alergi terhadap vaksin masih sangat jarang.

"Kami tidak khawatir dengan ini. Sangat jelas bahwa vaksin memiliki risiko yang sangat kecil dengan pengecualian untuk pasien yang paling lemah," kata Steinar Madsen, direktur medis Badan Obat Norwegia.

"Dokter sekarang harus hati-hati mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi. Mereka yang sangat lemah dapat divaksinasi dengan penilaian individu," sambungnya.

Diketahui Norwegia telah memvaksinasi lebih dari 30.000 orang sejak akhir Desember tahun lalu hingga Jumat (15/1/2021) kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Orang Norwegia Meninggal Usai Disuntik Vaksin Pfizer, Apa Sebabnya?

30 Orang Norwegia Meninggal Usai Disuntik Vaksin Pfizer, Apa Sebabnya?

Health | Senin, 18 Januari 2021 | 12:38 WIB

Vaksin Pfizer berujung 23 Kematian, Norwegia akan Ubah Pedoman Vaksinasi

Vaksin Pfizer berujung 23 Kematian, Norwegia akan Ubah Pedoman Vaksinasi

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:11 WIB

China Meminta Vaksin Pfizer Tidak Digunakan pada Lansia

China Meminta Vaksin Pfizer Tidak Digunakan pada Lansia

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:43 WIB

Terkini

Diskon Wingstop 40% Bersama BRI, Berlaku Hingga Akahir Tahun

Diskon Wingstop 40% Bersama BRI, Berlaku Hingga Akahir Tahun

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Bezzecchi Juara di Mandalika, Aprilia Cetak Sejarah

Bezzecchi Juara di Mandalika, Aprilia Cetak Sejarah

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×