Ganggu Pertumbuhan, Ini Pentingnya Orangtua Kenali Meningitis Pada Anak

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 20 Januari 2021 | 07:10 WIB
Ganggu Pertumbuhan, Ini Pentingnya Orangtua Kenali Meningitis Pada Anak
Ilustrasi meningitis. (Shutterstock)

Suara.com - Meningitis merupakan penyakit radang selaput otak yang bisa dialami oleh anak-anak, bahkan sejak bayi. Penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri, jamur, ataupun virus itu termasuk dalam sepuluh besar penyebab kematian di Indonesia.  

Bahkan skalanya yang tercatat, 1 dari 10 anak Indonesia yang mengalami sakit meningitis bisa meninggal dunia.

"Kenyataannya meningitis salah satu penyumbang di Indonesia 8 atau 9. Jadi termasuk 10 besar dan di Asia Tenggara tertinggi. Kita penting sekali mengenal dan penting tahu cara mencegahnya. Karena 1 dari 10 anak meningitis bisa meninggal karena memang angka kematiannya tinggi, 14 persen," kata dokter spesialis anak neurologi dr. Herbowo Agung Sp.A(K) saat siaran langsung bersama @kenapaharusvaksin, Selasa (19/1/2021).

Selain risiko kematiannya yang cukupnya tinggi, meningitis pada anak juga berisiko menimbulkan gangguan tumbuh kembang. Sehingga, menurut dokter Herbowo, penting bagi orangtua untuk waspada dengan mengetahui penyakit meningitis juga aktif melakukan pencegahan. 

infografis meningitis atau penyakit radang selaput otak. (Suara.com)
infografis meningitis atau penyakit radang selaput otak. (Suara.com)

"Jadi bukan cuma 1 dari 10 anak bisa meninggal, tapi 9 di antaranya yang selamat itu juga rentan mengalami masalah dikemudian hari. Masalahnya bisa gangguan tumbuh kembang, bisa tuli, cerebral palsy, epilepsi. Juga bisa sebabkan anak gak pintar kemudian hari. Kalaupun lolos (dari kematian) sangat rentan alami kecacatan atau gejala sisa," jelasnya.

Dokter Herbowo menjelaskan bahwa otak manusia memiliki selaput yang berfungsi untuk memberikan perlindungan. Tetapi jika selaput gagal memberikan perlindungan karena terinfeksi dengan bakteri, kuman, atau virus maka akan terjadi penyakit radang selaput otak atau disebut juga meningitis. 

Menurut dokter Herbowo, kebanyakan kasus meningitis di Indonesia terjadi karena infeksi bakteri.

"Kalau sering dengar meningitis bakteri dan meningitis TBC. Itu sama-sama dari bakteri tapi jenisnya beda. Kalau bakteri dan jamur biasanya terjadi pada anak-anak daya tahan jelek karena AIDS, itu bawaan dari lahir. Kalau karena virus, di Indonesia sendiri cukup jarang. Di Indonesia lebih banyak karena bakteri," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?

Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?

Jatim | Sabtu, 07 November 2020 | 05:27 WIB

Terlambat Tangani Meningitis Pada Anak, Awas Ganggu Pertumbuhan

Terlambat Tangani Meningitis Pada Anak, Awas Ganggu Pertumbuhan

Health | Sabtu, 07 November 2020 | 03:10 WIB

Ingin Naik Haji, Perlu Enggak Sih Vaksin Meningitis Dahulu?

Ingin Naik Haji, Perlu Enggak Sih Vaksin Meningitis Dahulu?

Health | Sabtu, 07 November 2020 | 01:10 WIB

Terkini

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:10 WIB

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:09 WIB

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:05 WIB

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

10 Kebiasaan Kecil Ini Contoh Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

10 Kebiasaan Kecil Ini Contoh Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

×