Ini Gejala Meningitis Pada Anak dan Waktu yang Tepat Untuk Bawa ke Dokter

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 20 Januari 2021 | 08:30 WIB
Ini Gejala Meningitis Pada Anak dan Waktu yang Tepat Untuk Bawa ke Dokter
Ilustrasi gejala meningitis pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Anak balita juga rentan terkena penyakit meningitis atau radang selaput otak. Tetapi, pada anak usia kurang dari enam bulan gejalanya agak sulit dibedakan dengan penyakit infeksi biasa.

Dokter spesialis anak neurologi dr. Herbowo Agung Sp.A(K). mengatakan bahwa gejala meningitis pada anak usia di atas dua tahun lebih mudah dikenali.

"Nomor satu pasti demam hampir 95 persen, 80 persen disertai muntah, 70 persen kaku kuduk atau leher kaku, jadi nengok aja sakit. Kemudian disertai kejang, penurunan kesadaran," jelas dokter Herbowo saat siaran langsung Instagram bersama @kenapaharusvaksin, Selasa (19/1/2021).

Demam yang menjadi gejala meningitis juga kebanyakan tidak terlalu tinggi, kata dokter Herbowo. Rata-rata suhu tubuh hanya sekitar 37,5-38,5 derajat celsius. Meski begitu, bukan tidak mungkin juga terjadi demam tinggi hingga di atas 40 derajat celsius.

Sedangkan pada bayi usia kurang dari enam bulan, gejala demam belum tentu terjadi. Dokter Herbowo mengatakan, paling umum gejala hanya rewel, kejang, juga ubun-ubun menonjol.

"Kalau anak di bawah umur 6 bulan ada (ubun-ubun) menonjol itu hati-hati. Sangat besar kemungkinan meningitis," kata Herbowo.

Untuk antisipasi, dokter Herbowo menyarankan, jika anak hanya mengalami demam tanpa ada gejala lain yang mengarah pada meningitis, maka bisa tunggu 3-4 hari sebelum dibawa ke dokter. Sebab menurutnya, gejala meningitis akan sangat spesifik sejak hari pertama.

"Biasnaya anak sudah mulai banyak tidur. Kontaknya kurang baik, kalau diajak bicara mulai ngaco, ngomong sudah mulai gak nyambung, ini yang anak besar. Jadi kalau sudah mulai demam, kesadaran sudah mulai terganggu, apalagi kalau sudah kejang, bawa (ke dokter)," paparnya.

"Anak-anak kecil juga, kalau sudah demam, ubun-ubun menonjol, lebih baik langsung bawa. Tapi kalau masih demam, rewel, coba dulu disusui 3 sampai 4 hari sambil dipantau terus," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganggu Pertumbuhan, Ini Pentingnya Orangtua Kenali Meningitis Pada Anak

Ganggu Pertumbuhan, Ini Pentingnya Orangtua Kenali Meningitis Pada Anak

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 07:10 WIB

Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?

Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?

Jatim | Sabtu, 07 November 2020 | 05:27 WIB

Usia Berapa Anak Bisa Diberi Vaksin Meningitis?

Usia Berapa Anak Bisa Diberi Vaksin Meningitis?

Health | Jum'at, 06 November 2020 | 20:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB