Vaksin Covid-19 Covaxin, Ini Kelompok Orang yang Tidak Boleh Suntik

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 20 Januari 2021 | 18:57 WIB
Vaksin Covid-19 Covaxin, Ini Kelompok Orang yang Tidak Boleh Suntik
Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)

Suara.com - Sejak awal, Covaxin, vaksin Covid-19 pertama di India telah menimbulkan kontroversi. Vaksin tersebut telah diberi izin penggunaan darurat bersamaan dengan vaksin Covishield.

Tapi, banyak orang merasa perlu waspada karena kurangnya data keamanan dan bukti uji coba yang konklusif dari kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Bahkan vaksin juga menimbulkan sejumlah komplikasi yang lebih dari 500 reaksi merugikan pada masa awal kampanye vaksin Covid-19 di India.

Meskipun efek samping dari suntik vaksin tergolong aman dan dianggap sebagai tanda baik bahwa vaksin bekerja dalam tubuh.

Tapi, tetap saja banyak orang yang masih ragu-ragu suntik vaksin Covaxin dan vaksin Covid-19 lainnya. Walaupun, belum ada laporan reaksi parah dari suntik vaksin, seperti kematian.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Apakah vaksin Covaxin ini lebih parah daripada vaksin Covid-19 lainnya?

Sayangnya, orang di India hanya mendapatkan 2 pilihan vaksin Covid-19, yakni Covaxin dan Covishield. Sementara ini, Covaxin masih dalam penelitian, tapi perlu dipahami bahwa vaksin Covishield maupun lainnya yang digunakan secara global juga tidak sepenuhnya aman serta efektif.

Karena, vaksin-vaksin itu telah dikembangkan dalam waktu singkat demi menghentikan pandemi virus corona. Tapi, sebagian besar rekasinya telah diketahui dari orang-orang yang terlibat dalam uji coba eksperimental Covaxin, yang sedang diragukan banyak orang.

Semestinya dilansir dari Times of India, orang-orang perlu mewaspadai hal lain, termasuk kategori yang berisiko lebih tinggi untuk menerima vaksin. Bharat Biotech telah mendata orang-orang yang sebaiknya tidak suntikan vaksin Covid-19 sementara waktu.

baca juga

Jika orang dalam kategori ini sudah dijadwalkan untuk suntik vaksin, lebih baik izin, konsultasi dengan dokter atau menundanya lebih dulu.

1. Orang yang minum obat pengencer darah

Covaxin mirip dengan vaksin Covid-19 lainnya yang disuntikan ke dalam kulit dan bisa menyebabkan sedikit pendarahan bagi sebagian orang. Pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah dalam waktu lama, mereka bisa mengalami pendarahan banyak, bengkak dan kemerahan.

Karena, antikoagulan mencegah pembekuan darah. Sehingga, suntikan vaksin pun bisa berisiko menyebabkan pendarahan bagi orang yang minum obat pengencer darah jika tidak konsultasi.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

2. Alergi

Orang yang memiliki alergi bisa sangat menderita setelah suntik vaksin. Karena, alergi bisa mengubah reaksi langsung tubuh terhadap virus, yang menyebabkan syok, anafilaksis, kemerahan ekstrem, atopi, pingsan hingga pembengkakan yang butuh rawat inap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Klaim Vaksin Pfizer Bisa Hentikan Penyebaran Virus Corona

Ahli Klaim Vaksin Pfizer Bisa Hentikan Penyebaran Virus Corona

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:05 WIB

Ahli Sebut Setengah Pasien Covid-19 Rentan Terinfeksi Varian Baru di Afrika

Ahli Sebut Setengah Pasien Covid-19 Rentan Terinfeksi Varian Baru di Afrika

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:00 WIB

China Meminta Australia Tunda Penggunaan Vaksin Pfizer

China Meminta Australia Tunda Penggunaan Vaksin Pfizer

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 14:34 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×