Ahli Klaim Vaksin Pfizer Bisa Hentikan Penyebaran Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 20 Januari 2021 | 15:05 WIB
Ahli Klaim Vaksin Pfizer Bisa Hentikan Penyebaran Virus Corona
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Vaksin Pfizer salah satu vaksin yang telah terbukti mampu mencegah penularan virus corona Covid-19. Seorang ahli pun mengatakan ada tanda-tanda awal yang menunjukkan vaksin Pfizer mampu mencegah penularan virus corona.

Seorang ilmuwan Israel mengatakan tidak mungkin orang yang mendapatkan dua kali suntikan vaksin akan membawa virus corona. Jadi, ini bisa menjadi dorongan besar untuk mengurangi kasus virus corona Covid-19 secara global.

Sebenarnya belum jelas vaksin virus corona bisa menghentikan penyebaran virus atau tidak. Tapi, para ilmuwan di seluruh dunia berharap akan segera menemukan buktinya.

Profesor Gili Regev-Yohai, direktur Unit Epidemiologi Penyakit Menular Sheba, merilis temuan awal penelitian dari Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer pada beberapa hari lalu.

Profesor Gili Regev-Yohai mengatakan orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 akan memiliki viral load yang lebih rendah. Artinya, mereka mengeluarkan lebih sedikit partikel virus dari mulut dan hidungnya.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Secara teori dilansir dari The Sun, kondisi ini akan membuat mereka tidak terlalu menularkan virusnya. Selain itu, mereka yang diinokulasi tidak akan menyebarkan lebih jauh karena memiliki tingkat antibodi tinggi.

Bahkan, orang yang mendapatkan suntikan ddua dosis vaksin Covid-19 di Israel telah menunjukkan respons imun yang lebih besar.

Penelitian menunjukkan orang yang suntik vaksin Covid-19 Pfizer memiliki antibodi 20 kali lebih banyak daripada pasien sembuh dari virus corona.

Dokter telah mengamati hal ini pada 102 anggota staf medisnya yang sudah menerima 2 kali suntikan vaksin Pfizer dan melihat berapa banyak antibodi mereka.

baca juga

Antibodi mereka membantu melawan infeksi dan diproduksi oleh sistem kekebalan sebagai respons terhadap virus atau vaksin. Saat seseorang terkena virus corona, maka antibodi bekerja dan melawannya.

Penemuan awal dari Israel menunjukkan dua dosis vaksin Pfizer memberikan antibodi 6 hingga 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan pasien sembuh.

Sedangkan, Profesor Regev-Yochay mengatakan survei terhadap sejumlah karyawan menemukan dua orang tidak mengembangkan antibodi karena mereka memiliki sistem kekebalan lemah.

Sayangnya, studi itu tidak menunjukkan lamanya kekebalan akan bertahan atau kemungkinan orang masih bisa membawa virus dan menginfeksi orang lain ketika memiliki antibodi.

Profesor Stephen Powis, direktur medis nasional untuk NHS di Inggris, mengatakan vaksin akan melindungi Anda dari penyakit parah, tetapi mereka belum tahu seberapa baik vaksin dalam menghentikan penularan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Tito Karnavian: Saya Tak Merasakan Apa-apa

Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Tito Karnavian: Saya Tak Merasakan Apa-apa

Jatim | Rabu, 20 Januari 2021 | 14:25 WIB

Disuntik Vaksin Sinovac, Mendagri Tito: Tidak Terasa Apa-apa

Disuntik Vaksin Sinovac, Mendagri Tito: Tidak Terasa Apa-apa

Jakarta | Rabu, 20 Januari 2021 | 14:23 WIB

China Meminta Australia Tunda Penggunaan Vaksin Pfizer

China Meminta Australia Tunda Penggunaan Vaksin Pfizer

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 14:34 WIB

Terkini

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

×