Jangan Keliru, Kelelahan Akibat Vaksin Covid-19 dan Kondisi Lain Berbeda

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 21 Januari 2021 | 07:00 WIB
Jangan Keliru, Kelelahan Akibat Vaksin Covid-19 dan Kondisi Lain Berbeda
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Suara.com - Beberapa vaksin Covid-19 telah disetujui sebagai penggunaan darurat di sejumlah negara, mulai dari vaksin Sinovac, Pfizer, Moderna, Oxford hingga Covaxin. Tapi, vaksin Covid-19 itu juga menimbulkan kekhawatiran pada sejumlah orang.

Selain produksinya yang cepat di tengah pandemi, vaksin Covid-19 ini juga memiliki kemungkinan bisa menimbulkan efek samping.

Efek samping yang dialami setiap orang pun bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatannya. Kelelahan adalah salah satu efek samping vaksin Covid-19 yang dilaporkan oleh banyak orang.

Melansir Times of India, kelelahan bisa jadi reaksi yang normal terjadi setelah suntik vaksin. Di beberapa negara, banyak orang mengaku mengalami kelelahan setelah suntik vaksin Covid-19.

Tapi, apakah kelelahan itu reaksi yang normal setelah vaksin? Pada dasarnya, imunisasi atau vaksin bekerja dengan cara menipu tubuh.

Ilustrasi kelelahan, sedih, depresi (Pixabay/whoismargot)
Ilustrasi kelelahan, sedih, depresi (Pixabay/whoismargot)

Saat sistem kekebalan disuntik dengan strain virus yang hidup atau dimodifikasi, kekebalan akan memulai reaksi inflamasi tertentu dan menyiapkan antibodi.

Pada gilirannya, proses ini menyebabkan sejumlah efek samping seperti demam, menggigil, nyeri di lokasi suntikan, mual dan kelelahan.

Kini, sebagian besar efek samping biasanya bersifat ringan dan sementara. Efek samping ini biasanya terjadi setelah Anda mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin.

Namun, kelelahan juga bisa mengartikan kondisi lain selain suntik vaksin Covid-19. Biasanya, kelelahan disebabkan oleh masalah sistem kekebalan yang terlalu aktif, gaya hidup dan stres.

Pada kasus infeksi virus dan bakteri, kelelahan bisa disebabkan oleh penyebaran kuman yang menular dan cepat ke sel-sel vital tubuh. Dalam kasus vaksinasi, ketika tubuh terinfeksi kuman, maka kelelahan dan kantung adalah respons peradangan yang umum.

Jadi, kelelahan tidak hanya berkaitan dengan efek samping suntik vaksin, tetapi juga masalah lain, seperti obesitas, pemulihan suatu penyakit dan stres.

Jika Anda mengalami gejala lain setelah mendapatkan suntik vaksin, seperti demam atau kedinginan. Kelelahan mungkin bisa dikaitkan sebagai efek samping suntik vaksin.

Bila kelelahan berkaitan dengan suntik vaksin Covid-19, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi, kelelahan dan energi yang menurun mungkin membuat aktivitas Anda tidak nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Covaxin, Ini Kelompok Orang yang Tidak Boleh Suntik

Vaksin Covid-19 Covaxin, Ini Kelompok Orang yang Tidak Boleh Suntik

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 18:57 WIB

Kelelahan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Efek Samping Atau Bukan

Kelelahan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Efek Samping Atau Bukan

Malang | Rabu, 20 Januari 2021 | 17:15 WIB

Kelelahan Usai Vaksinasi Covid-19, Karena Efek Samping?

Kelelahan Usai Vaksinasi Covid-19, Karena Efek Samping?

Bekaci | Rabu, 20 Januari 2021 | 18:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB