Ilmuwan Berhasil Mengembangkan Regimen Pengobatan bagi Pecandu Sabu

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 21 Januari 2021 | 12:05 WIB
Ilmuwan Berhasil Mengembangkan Regimen Pengobatan bagi Pecandu Sabu
Ilustrasi sabu (shutterstock)

Suara.com - Untuk pertama kalinya, peneliti dapat mengembangkan regimen pengobatan yang terbukti efektif pada pecandu metamfetamin atau sabu dalam uji coba besar terkontrol plasebo.

"Ini kemajuan dan cukup signifikan," kata Nora Volkow, direktur Institut Nasional Penyalahgunaan Narkoba (NIDA) Amerika Serikat, dilansir dari NPR.

Studi klinis ini dilakukan selama dua tahun terhadap 400 pasien dan didanai langsung oleh NIDA. Hasilnya diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, Rabu pekan lalu.

Tidak seperti kecanduan opioid, belum ada obat yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk digunakan pada pecandu sabu.

Dalam uji coba ini, pasien dengan gangguan penggunaan sabu di seluruh klinik AS dirawat selama 12 minggu dengan kombinasi obat-obatan (naltrexone dan bupropion) dan plasebo.

ilustrasi sabu dan ekstasi
Ilustrasi sabu dan ekstasi (Suara.com)

Hasilnya, pengobatan ini membantu 13,4% pasien, dibanding dengan 2,5% dalam kelompok plasebo.

Pasien mendapat suntikan naltrexone dan bupropion dosis oral.

Volkow mengatakan naltrexone mengurangi keinginan fisiologis untuk mengonsumsi sabu, sementara efek antidepresan dari buproprion dapat meredakan kecemasan yang dialami pasien ketika mereka berhenti menggunakannya.

Jika kecemasan ini tidak ditangani, tekanan emosional tersebut dapat memicu kekambuhan.

baca juga

Peneliti utama, Madhukar Trivedi dari University of Texas Southwestern Medical Center, mengatakan temuan ini cukup kuat untuk memberikan harapan baru bagi pecandu sabu.

"Berdiskusi dengan dokter untuk mempertimbangkan opsi ini adalah sesuatu yang harus mereka coba," ujar Trivedi.

Psikolog yang mempelajari perawatan medis untuk kecanduan di Universitas California, Los Angeles (UCLA), Lara Ray, mengatakan penelitian ini merupakan terobosan baru karena sudah banyak uji coba yang gagal.

Menurut Ray, tingkat keberhasilan kombinasi naltrexone-buproprion dapat ditingkatkan bila didukung dengan perawatan lain, termasuk terapi perilaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simpan Sabu dalam Sandal, 4 Pria asal Aceh Ditangkap di Medan

Simpan Sabu dalam Sandal, 4 Pria asal Aceh Ditangkap di Medan

Sumut | Rabu, 20 Januari 2021 | 16:57 WIB

Apa Efek Amfetamin dan Metamfetamin, Narkoba yang Dipakai Suami Nindy?

Apa Efek Amfetamin dan Metamfetamin, Narkoba yang Dipakai Suami Nindy?

Surakarta | Rabu, 13 Januari 2021 | 16:27 WIB

Suami Nindy Ayunda Positif Amfetamin dan Metamfetamin, Apa Efeknya?

Suami Nindy Ayunda Positif Amfetamin dan Metamfetamin, Apa Efeknya?

Health | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:32 WIB

Terkini

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:01 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×