Dapat Memengaruhi Kesehatan, Apa yang Sebenarnya Terjadi saat Kita Tidur?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 31 Januari 2021 | 06:00 WIB
Dapat Memengaruhi Kesehatan, Apa yang Sebenarnya Terjadi saat Kita Tidur?
Ilustrasi tidur (Pexels)

Suara.com - Tidur menyumbang seperempat hingga sepertiga dari umur manusia. Kebanyakan orang percaya bahwa tidur merupakan aktivitas pasif selama tubuh dan otak tidak aktif.

Padahal sebaliknya, ahli tidur dan ahli saraf Johns Hopkins Mark Wu, MD, Ph.D, mengatakan tidur merupakan periode saat otak terlibat dalam sejumlah aktivitas yang diperlukan untuk kehidupan.

Berdasarkan laman Hopkins Medicine, sepanjang waktu Anda tidur, otak akan berputar berulang kali melalui dua jenis tidur yang berbeda yaitu tidur bermimpi atau Rapid Eye Movement (REM) dan tidur non-REM.

Bagian pertama dari siklus ini adalah tidur non-REM, yang terdiri dari empat tahap. Pertama antara terjaga dan tertidur, kedua tidur ringan saat detak jantung dan pernapasan mengatur dan suhu tubuh turun, ketiga dan keempat adalah tidur nyenyak.

Data terbaru menunjukkan tidur non-REM lebih penting agar menjadi fase tidur yang lebih nyenyak dan restoratif.

Saat Anda memasuki fase tidur REM, mata bergerak cepat di belakang kelopak mata yang tertutup, dan gelombang otak serupa dengan gelombang saat bangun. Kecepatan napas meningkat dan tubuh menjadi lumpuh sementara saat kita bermimpi.

Ilustrasi tidur. [Pexels]
Ilustrasi tidur. [Pexels]

Menurut Wu, proses utama tidur diatur oleh ritme sirkadian dan dorongan tidur.

Ritme sirkadian dikendalikan oleh jam biologis yang terletak di otak. Salah satu fungsi utama 'jam' ini adalah merespon isyarat cahaya, meningkatkan produksi hormon melatonin di malam hari, dan akan menghentikan produksinya saat merasakan tubuh cahaya.

Dorongan tidur memainkan peran kunci. Tubuh sangat membutuhkan tidur, keinginannya pun akan meningkat hingga tubuh Anda benar-benar perlu tidur.

baca juga

Perbedaan utama antara tidur dengan kebutuhan tubuh lainnya, seperti makan, adalah tubuh dapat membuat Anda tertidur ketika kelelahan.

Ketika Anda lelah, tubuh dapat mengalami episode tidur mikro selama satu atau dua detik, bahkan saat mata Anda terbuka.

Tidur siang selama lebih dari 30 menit di siang hari dapat mengganggu tidur malam dengan mengurangi dorongan tidur tubuh Anda.

Kebutuhan tidur penting bagi seluruh tubuh. Ketika orang tidak cukup tidur, risiko kesehatan mereka meningkat.

Gejala depresi, kejang, tekanan darah tinggi, dan migrain semakin parah. Kekebalan pun terganggu, meningkatkan kemungkinan penyakit dan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidur yang Cukup Dapat Membantu Tubuh Melawan Infeksi, Termasuk Covid-19

Tidur yang Cukup Dapat Membantu Tubuh Melawan Infeksi, Termasuk Covid-19

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 18:35 WIB

Terpopuler: Gejala Varian Baru Virus Corona, Bahaya Tidur Terlalu Lama

Terpopuler: Gejala Varian Baru Virus Corona, Bahaya Tidur Terlalu Lama

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:13 WIB

Diduga Cemburu, Suami Tega Bunuh Istri, Dihabisi dengan Palu saat Tidur

Diduga Cemburu, Suami Tega Bunuh Istri, Dihabisi dengan Palu saat Tidur

Jabar | Kamis, 28 Januari 2021 | 21:48 WIB

Terkini

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

×