Termasuk Berkendara Jarak Jauh, 5 Kondisi Berikut Jadi Penyebab Impotensi

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 08 Februari 2021 | 13:43 WIB
Termasuk Berkendara Jarak Jauh, 5 Kondisi Berikut Jadi Penyebab Impotensi
Ilustrasi impotensi

Suara.com - Impotensi ditandai dengan permasalahan seseorang yang tidak dapat mencapai ereksi, mempertahankan ereksi, atau ejakulasi secara konsisten. Beberapa faktor dapat berkontribusi pada kondisi tersebut termasuk gangguan emosional dan fisik.

Melansir dari Healthline, impotensi seringkali berdampak negatif pada kehidupan seks dan dapat menyebabkan depresi, stres tambahan, dan harga diri yang rendah. Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut beberapa penyebab impotensi, antara lain:

1. Penyakit endokrin

Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati, dan banyak lagi.

Diabetes adalah salah satu contoh penyakit endokrin yang dapat menyebabkan Anda mengalami impotensi. Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin.

Salah satu komplikasi yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan saraf yang kemudian mempengaruhi sensasi penis. Komplikasi lain yang terkait dengan diabetes termasuk gangguan aliran darah dan kadar hormon yang juga dapat menyebabkan impotensi.

2. Gangguan saraf

Beberapa kondisi neurologis dapat meningkatkan risiko impotensi. Kondisi saraf memengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi. Ini dapat mencegah Anda mencapai ereksi.

Gangguan neurologis yang terkait dengan impotensi meliputi, penyakit alzheimer, parkinson, tumor otak atau tulang belakang, multiple sclerosis (MS), stroke, epilepsi lobus temporal.

Jika Anda pernah menjalani operasi prostat, Anda juga bisa mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan impotensi.

Berkendara jarak jauh, terutama dengan sepeda maupun sepeda motor bisa mengalami impotensi sementara. Tekanan berulang pada bokong dan alat kelamin dapat memengaruhi fungsi saraf.

3. Konsumsi obat

Mengonsumsi obat tertentu dapat memengaruhi aliran darah yang dapat menyebabkan impotensi. Anda tidak boleh berhenti minum obat tanpa izin dokter, meskipun obat tersebut diketahui menyebabkan impotensi.

4. Kondisi yang berhubungan dengan jantung

Kondisi yang mempengaruhi jantung dan kemampuannya memompa darah dengan baik bisa menyebabkan impotensi. Tanpa aliran darah yang cukup ke penis, Anda tidak dapat mencapai ereksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Minder, Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual Hanya Mitos!

Jangan Minder, Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual Hanya Mitos!

Kaltim | Minggu, 10 Januari 2021 | 21:08 WIB

Besar Kecil Ukuran Penis Pengaruhi Kepuasan Seksual, Mitos atau Fakta?

Besar Kecil Ukuran Penis Pengaruhi Kepuasan Seksual, Mitos atau Fakta?

Lifestyle | Sabtu, 09 Januari 2021 | 20:55 WIB

Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual? Ini Hanya Mitos!

Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual? Ini Hanya Mitos!

Health | Jum'at, 08 Januari 2021 | 22:08 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB