Dampak Jam Malam, Prancis Laporkan Penurunan Kasus COVID-19

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 08 Februari 2021 | 18:59 WIB
Dampak Jam Malam, Prancis Laporkan Penurunan Kasus COVID-19
Jalan Norvins di Montmartre di distrik 18 Paris, selama jam malam, pada (23/10/2020). [Valery HACHE / AFP]

Suara.com - Prancis melaporkan penurunan kasus COVID-19 harian selama empat hari berturut-turut usai mengetatkan aturan jam malam di sejumlah daerah padat penduduk.

Dilansir ANTARA, kementerian kesehatan melaporkan ada 19.175 infeksi baru COVID-19 yang tercatat dalam 24 jam terakhir. Jumlah itu berkurang dibandingkan dengan 20.586 kasus pada hari sebelumnya.

Namun, data juga menunjukkan bahwa jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit itu meningkat menjadi 27.694. Angka itu naik dari 27.369 pada hari sebelumnya, setelah penurunan terlihat selama empat hari.

Pasien COVID-19 yang dirawat intensif juga bertambah menjadi 3.272 orang dari 3.225 pada hari sebelumnya.

Restoran yang tutup di Montmartre di distrik 18 Paris, selama jam malam, pada (23/10/2020). [Valery HACHE / AFP]
Restoran yang tutup di Montmartre di distrik 18 Paris, selama jam malam, pada (23/10/2020). [Valery HACHE / AFP]

Pemerintah telah menolak seruan para ahli kesehatan untuk menerapkan karantina wilayah ketiga kalinya.

Para ahli khawatir bahwa varian virus corona yang lebih menular kemungkinan membuat orang-orang akan membanjiri rumah sakit dalam waktu dekat.

Pemerintah berupaya mengendalikan tingkat penularan yang tinggi dengan memberlakukan jam malam serta berbagai aturan yang lebih ketat menyangkut perjalanan ke luar negeri.

Menteri muda transportasi Prancis pada Minggu mengungkapkan bahwa larangan perjalanan tak penting yang diterapkan pada rute-rute di luar Uni Eropa telah selama sepekan mengurangi setengah jumlah penumpang pesawat.

Sementara itu, kalangan dokter mengkhawatirkan peningkatan kasus varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

Baca Juga: Ajang Super Bowl di AS Diprediksi Jadi Penularan Covid-19

Varian tersebut kemungkinan akan menjadi sebagian besar kasus baru mulai awal Maret, kata Arnaud Fontanet, kepada surat kabar Le Journal du Dimanche.

Fontanet adalah ahli epidemiologi dan anggota badan penasihat pemerintah untuk COVID-19.

Pasien COVID yang meninggal di rumah sakit dan panti wreda di Prancis sudah mencapai total 78.965 orang.

Angka tersebut naik dibandingkan dengan 78.794 pada hari sebelumnya, menurut data kementerian kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI