Kembang Kol dan Brokoli, Manakah Sayuran yang Lebih Sehat?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 17 Februari 2021 | 16:00 WIB
Kembang Kol dan Brokoli, Manakah Sayuran yang Lebih Sehat?
Ilustrasi brokoli (shutterstcok)

Suara.com - Kembang kol dan brokoli adalah dua jenis sayuran yang sangat umum di pasaran. Biasanya sayuran ini diolah dalam bentuk sop, tumis dan jenis sayuran lainnya.

Kedua jenis sayuran ini memiliki jumlah karbohidrat yang rendah, kaya antioksidan dan beberapa nutrisi lainnya. Tapi, banyak orang mungkin bingung mengenai manfaat kesehatan keduanya.

Meskipun kedua jenis sayuran ini agak mirip dan memiliki manfaat kesehatan sama luar biasanya, kembang kol dan brokoli memiliki cukup banyak perbedaan. Selain itu, warna keduanya juga berbeda.

Perbedaan kembang kol dan brokoli

Tak bisa disangkal bahwa kembang kol dan brokoli adalah sayuran yang sehat. Kedua sayuran ini tidak hanya rendah kalori, tetapi juga memiliki sejumlah vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan.

Kandungan serat dan vitamin C pada kedua jenis sayuran ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan sayuran lainnya. Sedangkan, serat dalam sayuran membantu pencernaan dan menghilangkan racun dari tubuh, vitamin C yang kaya untuk melawan infeksi, memperkuat kekebalan, memperbaiki luka, dan membuat kulit lebih bersinar.

Selain itu, kedua jensi sayuran ini juga kaya akan beberapa jenis makro dan mikronutrien, antara lain folat, kalium, dan mangan.

Ilustrasi kembang kol. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kembang kol. (sumber: Shutterstock)

Kembang kol mentah bisa mengandung jumlah kalori 21, karbohidrat 5,5 gram, protein 2 gram, vitamin C 57 persen AKG, vitamin B6 14 persen AKG, folat 15 persen AKG dan vitamin E 1 persen RDA.

Sementara, brokoli bisa mengandung 31 kalori, 6 gram karbohidrat, 2,5 gram serat, 2,5 gram protein, 90 persen AKG vitamin C, 9 persen AKG vitamin B6, 14 persen folat, 3 persen AKG vitamin E.

Ada juga perbedaan nutrisi yang cukup besar di antara keduanya. Misalnya, brokoli mengandung vitamin C dan K dalam dosis lebih tinggi dibandingkan dengan kembang kol.

Sedangkan, kembang kol memiliki kandungan asam pantotenat dan vitamin B6 yang lebih tinggi. Meski demikian, penting untuk memasukkan kedua sayuran ini ke piring Anda.

Tapi, manakah sayuran yang lebih sehat di antara brokoli dan kembang kol?

Baik kembang kol dan brokoli menjamin manfaat kesehatan yang kuat dan memiliki perbedaan kecil yang membedakan keduanya.

Sulit untuk menentukan sayuran mana yang lebih baik dari yang lain. Kedua sayuran tersebut dapat menjadi tambahan yang bergizi dan sehat untuk diet Anda.

Selain itu, memilih sayuran mana yang lebih sehat dan baik tergantung pada tujuan dan referensi Anda. Misalnya, Anda sedang berusaha menurunkan berat badan atau konsumsi makanan rendah karbohidrat, maka kembang kol adalah pilihan terbaik.

Namun, ingatlah bahwa kedua jenis sayuran ini bisa dikonsumsi bersamaan dalam satu makanan. Cobalah meengonsumsi kedua jenis sayuran ini secara bergantian dengan campuran lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi: Warga Kelurahan Cipinang Ubah Kolong Flyover Jadi Kebun Sayur

Pandemi: Warga Kelurahan Cipinang Ubah Kolong Flyover Jadi Kebun Sayur

Video | Jum'at, 12 Februari 2021 | 19:10 WIB

Bisa Bantu Cegah Flu dan Pilek, Rutin Konsumsi Brokoli Yuk!

Bisa Bantu Cegah Flu dan Pilek, Rutin Konsumsi Brokoli Yuk!

Health | Jum'at, 12 Februari 2021 | 08:00 WIB

Sentra Sayuran di Kolong Jalan Layang Cipinang

Sentra Sayuran di Kolong Jalan Layang Cipinang

Foto | Senin, 08 Februari 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB