GeNose Dipakai Untuk Skrining Di Stasiun, Epidemiolog: Ini Berbahaya!

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 18 Februari 2021 | 10:10 WIB
GeNose Dipakai Untuk Skrining Di Stasiun, Epidemiolog: Ini Berbahaya!
Calon penumpang kereta api menghembuskan nafas ke dalam kantong saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode Gajah Mada Electric Nose Covid-19 (GeNose C19) di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Suara.com - Rencana pemerintah untuk menggunakan alat Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 untuk skrining awal dikritik banyak pihak. Salah satunya datang dari Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman.

Dicky menilai bahwa penggunaan GeNose 19 untuk skrining awal sebagai syarat perjalanan tidak akan efektif. Bahkan, ia menyebut hal itu bisa mendatangkan bahaya yang berkepanjangan.

"ni berbahaya dalam situasi pandemi Indonesia yang belum terkendali, digunakan di fasilitas umum, itu bukan menyelesaikan masalah, malah menciptakan masalah," kata Dicky saat dihubungi Suara.com baru-baru ini.

Seorang calon penumpang mengembuskan napas ke kantong untuk tes Covid-19 GeNose di Stasiun Solo Balapan, Senin (15/2/2021). [Solopos/Nicolous Irawan]
Seorang calon penumpang mengembuskan napas ke kantong untuk tes Covid-19 GeNose di Stasiun Solo Balapan, Senin (15/2/2021). [Solopos/Nicolous Irawan]

Dicky menjelaskan bahwa dari sisi konsep ilmiah, peruntukan GeNose 19 sebagai syarat perjalanan dinilai tidak tepat. Menurutnya, GeNose 19 bisa saja digunakan di rumah sakit atau seting fasilitas kesehatan lainnya.

"Tapi kalau digunakan di stasiun itu salah kaprah, rangkaiannya itu tidak tepat , karena ini kan mesin pakai kecerdasan buatan, yang dibangun dengan data sesuai settingnya kalau settingya fasilitas kesehatan akan sangat mudah terlatih mendeteksi kasus di fasilitas itu," ujar Dicky menjelaskan.

Namun, jika alat ini digunakan di tempat umum dengan populasi yang relatif berbeda justru akan banyak menibulkan hasil yang keliru.

"itu di riset yang serupa di Jerman, di sana begitu berhati hati bahkan dihentikan karena false negatifnya banyak sekali," kata Dicky.

Dilansir dari DutchNews, Badan kesehatan regional Belanda berhenti menggunakan tes nafas virus corona karena sejumlah hasil yang salah yang dilaporkan oleh wilayah Amsterdam.

Tes SpiroNose seharusnya sudah diluncurkan di seluruh negeri dalam beberapa bulan mendatang. Tes yang menggantikan usap hidung dengan mengeluarkan napas ke dalam tabung itu telah diujicobakan di beberapa lokasi di Amsterdam sejak akhir Januari lalu.

baca juga

Terlepas dari klaim awal bahwa tes tersebut sangat dapat dipercaya, sejumlah orang dinyatakan negatif untuk virus corona tetapi kemudian dinyatakan positif menggunakan tes PCR tradisional.

"Tidak ada tes yang 100 persen dapat diandalkan tetapi karena kami ingin memastikan yang kami bisa, kami berhenti menggunakannya untuk sementara," kata juru bicara dewan kesehatan daerah.

Hasilnya bisa jadi karena penggunaan peralatan yang salah dan ini akan mendapat perhatian ekstra dalam beberapa hari mendatang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pengembangan GeNose Langsung dari Para Penciptanya

Kisah Pengembangan GeNose Langsung dari Para Penciptanya

Tekno | Kamis, 18 Februari 2021 | 07:05 WIB

Kubu Raya Kalbar Pakai GeNose untuk Deteksi COVID-19 di Kecamatan

Kubu Raya Kalbar Pakai GeNose untuk Deteksi COVID-19 di Kecamatan

Kalbar | Rabu, 17 Februari 2021 | 14:17 WIB

Doni Monardo Targetkan RI Bebas Corona 17 Agustus, Pakar: Tak Realistis!

Doni Monardo Targetkan RI Bebas Corona 17 Agustus, Pakar: Tak Realistis!

News | Selasa, 16 Februari 2021 | 14:04 WIB

Terkini

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja

Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z

Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih

Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih

Jatim | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan

Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Feng Shui Rumah Bentuk Tanah Kantong Semar, Benarkah Bawa Keberuntungan?

Feng Shui Rumah Bentuk Tanah Kantong Semar, Benarkah Bawa Keberuntungan?

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Hari Pramuka 2026 Peringatan yang ke Berapa? Ini Tema dan Link Download Logo Resminya

Hari Pramuka 2026 Peringatan yang ke Berapa? Ini Tema dan Link Download Logo Resminya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:18 WIB

×