Studi: Kepribadian Bisa Terkait dengan Sistem Kekebalan dan Risiko Kematian

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Kamis, 18 Februari 2021 | 17:15 WIB
Studi: Kepribadian Bisa Terkait dengan Sistem Kekebalan dan Risiko Kematian
Ilustrasi kepribadian orang (Pixabay/34680)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa sistem kekebalan secara langsung menghubungkan kepribadian dan risiko kematian jangka panjang. Penelitian ini diterbitkan pada Brain, Behavior, and Immunity.

Melansir dari Mdlinx, penelitian yang dipimpin oleh University of Limerick telah mengungkapkan bahwa sistem kekebalan secara langsung menghubungkan kepribadian dengan risiko kematian jangka panjang. Studi ini menyoroti mengapa ada orang yang cenderung hidup lebih lama.

"Kepribadian diketahui terkait dengan risiko kematian jangka panjang, ini adalah penemuan yang direplikasi dengan baik yang diamati di berbagai penelitian internasional," jelas Peneliti Utama pada penelitian Dr. Páraic Ó Súilleabháin, dari Departemen Psikologi dan Institut Penelitian Kesehatan di University of Limerick, Irlandia.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mendapat skor lebih rendah pada sifat kepribadian conscientiousness (kecenderungan untuk bertanggung jawab, terorganisir, dan mampu mengendalikan diri) meningkatkan 40 persen risiko kematian di masa depan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mendapat skor lebih tinggi.

"Yang tidak jelas adalah bagaimana hal ini bisa terjadi dan yang terpenting, jalur biologis apa yang mungkin bertanggung jawab atas hubungan ini," tambah Dr. Ó Súilleabháin.

ilustrasi orang tua / lansia (pexels)
ilustrasi orang tua / lansia (pexels)

Dipimpin oleh Dr. Ó Súilleabháin, penelitian ini dilakukan dengan tim kolaborator dari Departemen Psikologi di UL, Departemen Psikologi di Universitas Virginia Barat, Departemen Psikologi di Universitas Humboldt Berlin, dan Fakultas Kedokteran di Florida State Universitas.

Menurut Dr. Ó Súilleabháin sebagian alasan mengapa orang yang memiliki skor lebih tinggi pada ciri kepribadian hati nurani hidup lebih lama adalah karena sistem kekebalan mereka, khususnya karena tingkat penanda biologis yang lebih rendah yang disebut interleukin-6.

"Temuan ini sangat penting dan mengidentifikasi untuk pertama kalinya bahwa penanda biologis yang mendasari secara langsung menghubungkan kepribadian dengan risiko kematian jangka panjang. Dengan replikasi, temuan ini memberikan kesempatan untuk intervensi di masa depan untuk meningkatkan umur panjang dan kesehatan kita di sepanjang umur," Dr. . Ó Súilleabháin menambahkan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Disiksa, Komnas HAM Sebut Ustadz Maaher Meninggal karena Sakit

Bukan Disiksa, Komnas HAM Sebut Ustadz Maaher Meninggal karena Sakit

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 15:55 WIB

Studi: Aktif Bergerak Turunkan Risiko Kematian akibat Serangan Jantung

Studi: Aktif Bergerak Turunkan Risiko Kematian akibat Serangan Jantung

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 14:22 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka

Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur

Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis

Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:59 WIB

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling  Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

×