alexametrics

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Pasien virus corona Covid-19 bisa mengembangkan gangren, yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Suara.com - Para ahli mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan gangren, karena penyakit ini bisa membuat tubuh menyerang diri sendiri.

Para peneliti mengatakan sistem kekebalan tubuh bertanggung jawab atas gejala jangka panjang dan aneh di antara pasien virus corona Covid-19 yang menderita parah.

Kebanyakan orang yang tertular virus corona akan mengalami gejala, seperti batuk terus-menerus, kehilangan indra penciuman dan perasa serta demam tinggi.

Sedangkan, sepertiga dari pasien virus corona tidak mengalami gejala apapun. Tapi, banyak pasien virus corona yang menunjukkan gejala nyeri sendi dan nyeri otot.

Baca Juga: Penting Diketahui, Berikut Tujuh Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Orang yang menderita virus corona Covid-19 dalam kondisi parah dapat mengalami radang sendi rheumatoid dan myositis autoimun, yang biasa disebut sebagai Covid-19 toes.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Sampai sekarang, dokter telah berjuang mencari tahu penyebab masalah ini. Tapi, para ahli di Universitas Northwestern di Amerika Serikat telah menggunakan gambar radiologis untuk mengidentifikasi penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

"Kami telah menyadari bahwa virus corona Covid-19 bisa membuat tubuh menyerang dirinya sendiri dengan cara yang berbeda, yang dapat menyebabkan masalah reumatologi dan memerlukan penanganan seumur hidup," kata Dr Swati Deshmukh dalam jurnal Skeletal Radiology dikutip dari The Sun.

Para ahli mengumpulkan data dari pasien di Rumah Sakit Memorial Northwestern antara Mei hingga Desember 2020. Beberapa pasien yang mengalami gejala jangka panjang, membutuhkan perawatan medis, menerima MRI, CT scan atau scan ultrasound.

Berdasarkan pemindaian inilah para peneliti menentukan penyebabnya. Dr Deshmukh mengatakan bahwa banyak pasien dengan gangguan muskuloskeletal terkait virus corona bisa pulih, tapi beberapa orang justru gejalanya berkembang serius.

Baca Juga: Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 saat Hari Kemerdekaan

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi pasien dan bisa berdampak pada kualitas hidupnya, sehinga mereka harus mendapatkan perhatian medis," jelasnya.

Komentar