Emboli Paru, Kondisi yang Bisa Sebabkan Kerusakan Paru-Paru Permanen

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 20 Februari 2021 | 11:54 WIB
Emboli Paru, Kondisi yang Bisa Sebabkan Kerusakan Paru-Paru Permanen
Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Emboli paru (juga disebut sebagai PE) merupakan penyumbatan tiba-tiba di arteri paru-paru. Ini dimulai dengan trombosis vena dalam (DVT), yaitu ketika bekuan darah terbentuk di vena dalam, biasanya di kaki bagian bawah, paha, atau panggul.

Ketika gumpalan itu terlepas dan mengalir melalui aliran darah ke paru-paru, hal itu dapat menyebabkan emboli paru.

Emboli paru adalah kondisi yang serius. Ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru, kadar oksigen rendah dalam darah, dan kerusakan organ lain di tubuh Anda karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

Emboli paru juga bisa mengancam jiwa, mengutip Health, terutama jika gumpalannya besar atau jika ada beberapa gumpalan.

Meskipun siapa pun dapat mengembangkan kondisi ini, ada beberapa faktor tertentu yang meningkatkan risiko. Mengutip Medline Plus, itu termasuk:

  • Menjalani operasi
  • Kondisi medis tertentu, termasuk:
  • Kanker
  • Penyakit jantung
  • Penyakit paru paru
  • Patah tulang pinggul atau kaki atau trauma lainnya
  • Obat berbasis hormon, seperti pil KB atau terapi penggantian hormon
  • Kehamilan dan persalinan.
  • Tidak bergerak dalam waktu lama
  • Menua
  • Sejarah keluarga dan genetika
  • Kegemukan

Wanita berisiko lebih tinggi mengembangkan DVT dan PE selama enam minggu pertama setelah melahirkan, tetapi risikonya tinggi juga bisa terjadi selama kehamilan. Ini bisa disebabkan oleh hormon atau faktor lain dalam darah atau perubahan cara darah mengalir melalui pembuluh darah

Gejala Emboli Paru

Sayangnya, MedlinePlus mengatakan bahwa setengah dari orang yang menderita PE tidak memiliki gejala. Namun orang akan mungkin mengalami tanda-tanda ini:

  • Sesak napas
  • Nyeri dada dengan pernapasan dalam
  • Nafas cepat
  • Peningkatan denyut jantung
  • Batuk darah
  • Sakit kepala ringan
  • Pingsan
  • Berkeringat

Sedangkan gejala DV yang terjadi sebelum PE dapat meliputi hal berikut di sekitar area di mana gumpalan terbentuk, yakni pembengkakan, nyeri atau nyeri tekan, kehangatan yang meningkat, kram, atau nyeri di area tersebut serta kulit menjadi merah atau berubah warna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Videografis: Tanda-Tanda Virus Covid-19 Telah Menyerang Paru-Paru

Videografis: Tanda-Tanda Virus Covid-19 Telah Menyerang Paru-Paru

Video | Kamis, 11 Februari 2021 | 17:00 WIB

Paru-parunya seperti Punya Orang 50 Tahun, dr Tirta: Kena Covid Automokad

Paru-parunya seperti Punya Orang 50 Tahun, dr Tirta: Kena Covid Automokad

Jogja | Senin, 08 Februari 2021 | 12:09 WIB

Jangan Anggap Sepele Batuk Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Kanker Paru-paru

Jangan Anggap Sepele Batuk Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Kanker Paru-paru

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB