Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Kebutaan

Vania Rossa | Suara.com

Minggu, 21 Februari 2021 | 10:15 WIB
Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Kebutaan
Ilustrasi buta, kebutaan. (Elements Envato)

Suara.com - Kebutaan merupakan kondidi di mana seseorang tidak memiliki kemampuan untuk melihat. Kebutaan dapat berupa pandangan kabur, hingga ketidakmampuan membedakan benda. Kemudian ada juga kebutaan total, di mana seseorang sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.

Kebutaan dapat terjadi pada siapa saja. Dilansir dari healthline, Biasanya seseorang yang mengalami kebutaan mengalami berbagai gejala, di antaranya:

  • Pandangan buram
  • Sulit untuk melihat bentuk
  • Hanya melihat bayangan
  • Saat malam penglihatan memburuk

Kebutaan juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak. Pada bayi, biasanya kebutaan dialami sejak lahir. Gejala-gejala yang ditimbulkan saat bayi dan anak-anak mengalami kebutaan, antara lain:

  • Menggosok mata terus-menerus
  • Sensitivitas ekstrim terhadap cahaya
  • Fokus yang buruk
  • Kemerahan mata kronis
  • Robekan kronis dari mata
  • Pupil putih, bukan hitam
  • Pelacakan visual yang buruk, atau kesulitan mengikuti objek dengan mata mereka
  • Keselarasan atau gerakan mata abnormal setelah usia 6 bulan

Kebutaan dapat disebabkan cedera yang terjadi pada mata sehingga menyebabkan kerusakan. Hal tersebut yang membuat penglihatan terganggu sehingga tidak bisa melihat suatu benda dengan jelas.

Selain itu, kebutaan juga bisa dipengaruhi berbagai penyakit mata, di antaranya:

  • Glaukoma, yaitu kondisi mata berbeda yang dapat merusak saraf optik, yang membawa informasi visual dari mata ke otak.
  • Degenerasi makula, yaitu kondisi yang menghancurkan bagian mata sehingga memungkinkan sulit melihat detail. Biasanya mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua.
  • Katarak, yaitu kondisi yang menyebabkan penglihatan keruh.
  • Neuritis optik, yaitu peradangan yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara atau permanen.
  • Retinitis pigmentosa mengacu pada kerusakan retina. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan, tetapi kasusnya yang jarang terjadi.
  • Tumor yang mempengaruhi retina atau saraf optik sehingga menyebabkan kebutaan

Pada bayi biasanya kebutaan disebabkan beberapa hal seperti, infeksi, saluran air mata yang tersumbat, katarakn, strabismus (mata juling), amblyopia (mata malas), ptosis (kelopak mata terkulai), dan lain-lain.

Orang yang memiliki penyakit mata juga cenderung memiliki risiko kebutaan. Selain itu, diabetes dan stroke juga bisa menyebabkan kebutaan.

Kebutaan dengan gejala pandangan kabur biasanya akan diberi kacamata atau lensa kontak agar penglihatannya kembali jelas. Namun, untuk seseorang yang mengalami kebutaan total, biasanya harus mengalami pembedahan dan pengobatan tersendiri untuk mendapatkan kembali pengeihatannya.

Orang yang mengalami kebutaan biasanya juga akan belajar huruf Braille agar bisa membaca. Selain itu, bisa juga menggunakan anjing pemandu serta mengatur kondisi rumah agar aman saat berjalan. Untuk masalah uang, biasanya mereka harus melipatnya berbeda. Hal ini didasari dengan nominal uang agar tidak tertukar. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Warna yang Berbeda dengan Orang Lain? Bisa Jadi Gejala Buta Warna

Melihat Warna yang Berbeda dengan Orang Lain? Bisa Jadi Gejala Buta Warna

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 11:08 WIB

Super Cepat, Operasi Katarak dengan Metode Phaco Cuma Butuh 15 Menit

Super Cepat, Operasi Katarak dengan Metode Phaco Cuma Butuh 15 Menit

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pasien Covid-19 Alami Penyakit Mata Langka yang Menyebabkan Kebutaan

Pasien Covid-19 Alami Penyakit Mata Langka yang Menyebabkan Kebutaan

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB