facebook

Terungkap, Psikolog Beberkan Alasan Stres Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Terungkap, Psikolog Beberkan Alasan Stres Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri
Ilustrasi stres. (pinterest)

Stres sering dijadikan alasan seseorang mencoba bunuh diri. Psikolog mengatakan, ada alasan khusus mengapa stres bisa memicu pikiran tersebut muncul.

Suara.com - Stres sering dijadikan alasan seseorang yang ingin bunuh diri. Psikolog mengatakan, ada alasan khusus mengapa stres bisa memicu pikiran tersebut.

Stres sebenarnya menjadi reaksi alami tubuh ketika mengalami kondisi atau lingkungan yang dianggap sebagai ancaman. Reaksi tersebut menimbulkan munculnya gejala tertentu baik secara fisik juga psikis.

"Misalnya, tangan berkeringat, jantung berdebar, kemudian kepala sakit, badan sakit. Secara psikoligis, jadi gelisah, panik, tidak bisa tenang, ada masalah tidur, itu adalah gejala seseorang mengalami stres," kata Psikolog RSPI Sulianti Saroso Barita Ulina Sianturi, P.Si., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (22/2/2021).

Jika respon fisik dan psikologis itu terjadi terus menerus dalam beberapa waktu, tentu akan menimbulkan rasa nyaman. Oleh sebab itu, pentingnya mengatasi stres, lanjut Barita.

Baca Juga: Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Stres yang tidak mampu diatasi hingga menyebabkan depresi itu lah yang bisa mendorong pikiran seseorang melakukan bunuh diri.

"Selain stres, orang juga bisa mengalami depresi. Artinya orang mulai kehilangan minat sampai akhirnya tahap seperti itu karena merasa buah simalakama," imbuhnya.

Orang-orang dengan riwayat permasalahan psikologis juga memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, kata Barita. Termasuk juga orang yang memiliki penyakit berat ditambah dengan permasalahan keluarga yang tidak bisa diselesaikan dapat memperburuk kondisi psikologis.

"Untuk anak-anak mungkin karena kesulitan belajar, tugas-tugasnya banyak. Memang kondisi pandemi yang kompleks yang memungkinkan seseorang bisa memikirkan untuk bunuh diri," ujarnya.

Barita mengingatkan bahwa stresor itu harus bisa dikelola dengan baik karena setiap orang tidak mungkin selalu terhindar dari stres. Hanya saja yang perlu dilakukan memastikan stres cukup berada pada tingkat yang ringan dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi.

Baca Juga: Pandemi Picu Lonjakan Bunuh Diri di Jepang, Mengapa Lebih Banyak Perempuan?

"Perlu melakukan identifikasi masalahnya apa, apakah sumber masalahnya diri sendiri atau keluarga atau pekerjaan atau hanya cemas saja," jelasnya.

Komentar