Waspada, Nikmati Kopi Tanpa Filter Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 22 Februari 2021 | 17:03 WIB
Waspada, Nikmati Kopi Tanpa Filter Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi kopi

Suara.com - Konsumsi terlalu banyak kopi dapat merusak kesehatan jantung. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian dari Pusat Kesehatan Presisi Australia di University of South Australia (UniSA).

Melansir dari Healthshots, studi menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jangka panjang dan berat (enam cangkir atau lebih sehari) dapat meningkatkan jumlah lipid (lemak) dalam darah. Kondisi ini yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung atau kardiovaskular (CVD).

"Ini adalah kabar buruk terutama bagi pecinta kopi, tetapi inilah kenyataannya kalau ingin menjaga kesehatan jantung," ujarpeneliti UniSA, Profesor Elina Hypponen.

"Memang ada banyak debat ilmiah tentang pro dan kontra kopi, tetapi penting untuk memahami sepenuhnya bagaimana salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia dapat memengaruhi kesehatan kita," kata Profesor Hypponen.

Dalam studi ini, peneliti melihat hubungan genetik dan fenotipik antara asupan kopi dan profil lipid plasma. Mereka menemukan bukti kausal bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi berkontribusi pada profil lipid yang merugikan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Profesor Hypponen lebih lanjut mencatat bahwa kadar lipid darah yang tinggi adalah faktor risiko yang diketahui untuk penyakit jantung. Menariknya, biji kopi mengandung senyawa peningkat kolesterol yang sangat kuat (kafestol).

Cafestol terutama ada di dalam minuman kopi tanpa filter, seperti  french press, kopi Turki dan Yunani, espresso, latte hingga cappucino. Namun tidak ditemukan atau sangat sedikit kafestol dalam kopi saring dan instan, jadi pilihan kopi memengaruhi efek kopi pada lipid.

"Implikasi dari studi ini berpotensi menjangkau luas. Menurut saya, sangat penting bagi orang dengan kolesterol tinggi atau yang khawatir terkena penyakit jantung untuk berhati-hati dalam memilih jenis kopi yang diminumnya," kata Profesor Hypponen.

Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)

Profesor Hypponen menambahkan, hubungan kopi dan lipid bergantung pada seberapa banyak Anda minum. Semakin banyak Anda minum kopi tanpa filter, semakin meningkatkan lipid darah Anda, di mana menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung yang lebih besar.

Studi tersebut menggunakan data dari 362.571 partisipan Biobank Inggris berusia 37-73 tahun yang menggunakan triangulasi pendekatan fenotipik dan genetik untuk melakukan analisis komprehensif.

"Riset kami menunjukkan bahwa kopi berlebih jelas tidak baik untuk kesehatan jantung yang tentunya berimplikasi pada mereka yang sudah berisiko," kata Profesor Hypponen menyimpulkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Kaitan Kebiasaan Minum Kopi dengan Risiko Masalah Jantung

Studi Ungkap Kaitan Kebiasaan Minum Kopi dengan Risiko Masalah Jantung

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 14:30 WIB

Seorang Pengemis di India Ditemukan Tewas, Jantungnya Berubah Jadi Batu

Seorang Pengemis di India Ditemukan Tewas, Jantungnya Berubah Jadi Batu

News | Senin, 22 Februari 2021 | 12:13 WIB

Mengenal Cascara, Kulit Biji Kopi yang Kaya Manfaat

Mengenal Cascara, Kulit Biji Kopi yang Kaya Manfaat

Your Say | Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB