Studi: Kombinasi Vaksin dan Jaga Jarak Bisa Cegah Kenaikan Kasus Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 23 Februari 2021 | 20:46 WIB
Studi: Kombinasi Vaksin dan Jaga Jarak Bisa Cegah Kenaikan Kasus Covid-19
Ilustrasi jaga jarak (histock)

Suara.com - Studi menunjukkan bahwa kombinasi program vaksinasi yang kuat dan aturan jarak fisik yang ketat mungkin cukup untuk mencegah kasus Covid-19 yang memuncak seperti awal pandemi. Penelitian telah diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior.

Melansir dari Healthshots, studi tersebut menggunakan data geolokasi ponsel yang dianonimkan dengan data kasus epidemiologi dan virus corona dari China untuk memodelkan potensi dampak vaksinasi dan jarak fisik pada transmisi virus.

Para peneliti dari University of Southampton, Inggris, dan The Chinese University of Hong Kong memperkirakan efek dari kombinasi intervensi yang berbeda pada kota dengan kepadatan rendah, sedang, dan tinggi di negara tersebut.

Mereka mengatakan bahwa dampak jarak fisik dalam menahan kebangkitan Covid-19 di masa depan sangat bergantung pada intensitas tindakan, kepadatan populasi, dan ketersediaan vaksin.

Mereka memperkirakan bahwa di sebagian besar kota, gabungan program vaksinasi dan jarak fisik akan cukup untuk menahan kemunculan kembali virus tanpa perlu memberlakukan pembatasan tinggal di rumah.

Para peneliti mencatat bahwa kota-kota dengan populasi kepadatan menengah dan tinggi akan membutuhkan vaksinasi dan penjagaan jarak untuk mencegah gelombang Covid-19 yang intens di masa depan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Penelitian kami menyediakan kerangka kerja dan serangkaian keluaran yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dan otoritas kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi tingkat intervensi yang tepat guna menjaga wabah Covid-19 tetap terkendali dari waktu ke waktu," kata Shengjie Lai, Peneliti Senior di Universitas Southampton.

"Meskipun studi kami didasarkan pada data dari China, metode dan temuan kami dapat diterapkan ke kota-kota di seluruh dunia dengan tingkat kepadatan penduduk dan pola kontak sosial yang serupa," kata Lai.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Aturan Melayat di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19

Begini Aturan Melayat di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19

Jakarta | Selasa, 23 Februari 2021 | 20:12 WIB

Warga Tambun Kecewa Santunan Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Disetop

Warga Tambun Kecewa Santunan Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Disetop

Bekaci | Selasa, 23 Februari 2021 | 19:51 WIB

Persiapkan Vaksinasi Tahap 2, Bantul Ajukan 28.912 Penerima Vaksin

Persiapkan Vaksinasi Tahap 2, Bantul Ajukan 28.912 Penerima Vaksin

Jogja | Selasa, 23 Februari 2021 | 20:15 WIB

Terkini

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×