Lockdown Ketat, Kematian Akibat Selain Covid-19 di China Menurun

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 24 Februari 2021 | 18:30 WIB
Lockdown Ketat, Kematian Akibat Selain Covid-19 di China Menurun
Pejalan kaki melintas di trotoar Kota Wuhan selama masa lockdown karena virus corona. (Foto: AFP)

Suara.com - Jumlah kematian selain akibat Covid-19 di China menurun selama tiga bulan pertama pada 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan itu karena dampak dari upaya pengendalian penularan Covid-19.

Para peneliti dari Universitas Oxford dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) menganalisis data resmi kematian sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2020 untuk perubahan dalam kematian secara keseluruhan dan penyebab tertentu.

Tingkat kematian di Wuhan, tengah tempat virus corona pertama dilaporkan di Chian, mencapai 1.147 per 100.000 penduduk selama periode tersebut. Angka itu 56 persen lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Sedangkan, kita di luar Wuhan tingkat kematiannya 675 per 100.000 penduduk, lebih rendah dari yang diperkirakan mencapai 715 orang. Peneliti menduga, setelah pemerintah mengeluarkan aturan penguncian nasional dampaknya juga mengurangi jumlah kematian akibat penyebab lain seperti pneumonia biasa atau kecelakaan lalu lintas, menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMJ.

Pengunjung melihat patung-patung petugas kesehatan dari berbagai provinsi di China yang dikerahkan untuk membantu penanganan medis saat pandemi mulai melanda pada akhir Desember 2019 hingga Januari 2020 di Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020). [ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie]
Pengunjung melihat patung-patung petugas kesehatan dari berbagai provinsi di China yang dikerahkan untuk membantu penanganan medis saat pandemi mulai melanda pada akhir Desember 2019 hingga Januari 2020 di Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020). [ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie]

Data resmi dari otoritas medis Tiongkok menyebutkan total korban tewas Covid-19 di daratan mencapai 4.636 jiwa, di mana 83,5 persen, atau 3.869 kematian, berada di Wuhan.

China telah menolak klaim bahwa jumlah total kasus dan jumlah kematian akibat Covid-19 lebih banyak dari yang dilaporkan.

Sebuah studi Amerika tentang layanan kremasi di Wuhan yang dirilis Juni lalu mengatakan sekitar 36.000 orang meninggal, angka itu 10 kali lipat dari angka resmi yang dilaporkan.

Penelitian lokal juga menunjukkan jumlah orang yang terpapar virus mungkin jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dikutip dari Channel News Asia, CDC China mengatakan pada bulan Desember bahwa mereka menemukan antibodi Covid-19 pada 4,43 persen sampel darah di Wuhan, menyiratkan bahwa setengah juta orang di kota tersebut telah terinfeksi.

baca juga

Bulan lalu, para ahli yang dikerahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Wuhan untuk menyelidiki asal-usul virus corona. Mereka mengatakan itu bisa saja beredar di daerah lain sebelum pertama kali diidentifikasi pada awal 2020, tetapi tidak ada bukti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas COVID-19 Komen Kerumunan Massa Jokowi, Tapi yang Dinasehati Rakyat

Satgas COVID-19 Komen Kerumunan Massa Jokowi, Tapi yang Dinasehati Rakyat

Batam | Rabu, 24 Februari 2021 | 14:31 WIB

DPR Minta RS Patuhi Rekomendasi KPK, Jangan Potong Insentif Nakes

DPR Minta RS Patuhi Rekomendasi KPK, Jangan Potong Insentif Nakes

News | Rabu, 24 Februari 2021 | 14:28 WIB

Rawan Tertular Covid-19, PDIP Minta Warga Banjir jadi Prioritas Vaksinasi

Rawan Tertular Covid-19, PDIP Minta Warga Banjir jadi Prioritas Vaksinasi

News | Rabu, 24 Februari 2021 | 14:20 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×