Studi: Orang dengan Antibodi Covid-19 Kecil Kemungkinannya Terinfeksi Ulang

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:08 WIB
Studi: Orang dengan Antibodi Covid-19 Kecil Kemungkinannya Terinfeksi Ulang
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Orang yang memiliki antibodi Covid-19 tampaknya cukup terlindungi dengan baik dari SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19). Hal ini yang memungkinkan mantan pasien Covid-19 terlindungi dari infeksi ulang, setidaknya dalam beberapa bulan.

Melansir dari Mdlinx, sebuah studi baru uang diterbitkan oleh Institut Kanker Nasional (NCI) menjelaskan mengapa infeksi ulang tampaknya relatif jarang. Penelitian ini telah ditebitkan pada JAMA Internal Medicine.

"Meskipun penelitian kanker dan perawatan kanker tetap menjadi fokus utama pekerjaan NCI, kami sangat ingin memberikan keahlian kami dalam ilmu serologi untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19 global," kata Direktur NCI Norman E. Ned, MD yang merupakan salah satu rekan penulis studi ini.

Data dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki hasil positif dari tes antibodi komersial tampaknya memiliki kekebalan substansial terhadap SARS-CoV-2 yang berarti mereka mungkin berisiko lebih rendah untuk infeksi di masa depan.

"Penelitian tambahan diperlukan untuk memahami berapa lama perlindungan ini bertahan," ujar kata Lynne Penberthy, MD, MPH, direktur asosiasi Program Penelitian Pengawasan NCI yang memimpin penelitian.

Para peneliti memperoleh hasil tes antibodi untuk lebih dari 3 juta orang yang melakukan tes antibodi SARS-CoV-2 antara 1 Januari hingga 23 Agustus 2020. Ini mewakili lebih dari 50 persen tes antibodi SARS-CoV-2 komersial uang dilakukan di Amerika Serikat selama waktu tersbeut. Hampir 12 persen dari tes ini adalah antibodi positif, sebagian besar tes yang tersisa negatif, dan kurang dari 1 persen tidak meyakinkan.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Sekitar 11 persen dari individu seropositif dan 9,5 persen dari individu seronegatif kemudian menerima tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) yang kadang-kadang disebut sebagai tes PCR untuk SARS-CoV-2. Tim peneliti mengamati sebagian kecil individu dalam setiap kelompok yang kemudian memiliki hasil NAAT positif di mana mengindikasikan infeksi baru.

Tim menemukan bahwa, antara 3 persen hingga 4 persen individu yang seronegatif (belum pernah terinfeksi sebelumnya) memiliki tes NAAT positif. Tetapi di antara mereka yang semula seropositif (pernah terinfeksi sebelumnya) hanya sekitar 0,3 persen dari mereka yang terinfeksi ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Bansos Covid-19, Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK

Kasus Bansos Covid-19, Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK

News | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:52 WIB

BPK Bongkar Dua Indikasi Penyelewengan Dana Covid-19 Sumbar

BPK Bongkar Dua Indikasi Penyelewengan Dana Covid-19 Sumbar

Sumbar | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:45 WIB

SD dan TK di Batam Masih Dilarang Buka karena COVID-19, Cuma SMP yang Boleh

SD dan TK di Batam Masih Dilarang Buka karena COVID-19, Cuma SMP yang Boleh

Batam | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:43 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB