alexametrics

Ketahui 8 Faktor yang Menyebabkan Telat Datang Bulan

Risna Halidi
Ketahui 8 Faktor yang Menyebabkan Telat Datang Bulan
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Dalam kasus umum, telat datang bulan atau menstruasi dikaitkan dengan kehamilan.

Suara.com - Datang bulan atau menstruasi adalah hal yang pasti dialami perempuan dan datang rutin setiap bulan. Namun, pada beberapa kondisi, waktu menstruasi bisa berubah, bahkan lewat jauh dari tanggal biasanya.

Dalam kasus umum, telat menstruasi dikaitkan dengan kehamilan. Namun dalam banyak kasus lainnya, telat menstruasi juga bisa dikaitkan karena ketidakseimbangan hormon dan kondisi medis yang cukup serius.

Kondisi menstruasi yang tidak normal lebih sering terjadi pada seseorang yang baru mengalami atau menjelang menopause.

Dilansir dari Healthline, selain karena hormon atau kondisi kesehatan, telat menstruasi juga bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya:

Baca Juga: Nyeri Haid Berkelanjutan Bisa Jadi Masalah Ginekologi, Ini 5 Gejalanya!

Ilustrasi perempuan sedang haid, PMS. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedang haid atau menstruasi (Shutterstock)

1. Stres
Stres pada wanita menjadi salah satu faktor yang menyebabkan telat datang bulan. Hal ini terjadi karena stres dapat menghilangkan hormon di tubuh serta memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab terhadap menstruasi. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi kondisi berat badan dan menyebabkan berbagai penyakit.

2. Berat badan rendah
Rupanya, berat badan juga memengaruhi menstruasi pada wanita. Seorang wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, bisa menyebabkan telat menstruasi. Berat badan di bawah kisaran normal, dapat mengubah cara tubuh dan menghentikan ovulasi dalam tubuh.

3. Obesitas
Selain berat badan yang rendah, berat badan berlebih atau obesitas juga memengaruhi menstruasi pada wanita. Hal ini karena obesitas dapat menyebabkan perubahan hormonal sehingga memengaruhi menstruasi. Untuk itu, seseorang yang obesitas, biasanya disarankan diet dan olahraga untuk membuat berat tubuh yang ideal sehingga menstruasi menjadi lancar.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Hal ini disebabkan kista yang terbentuk di ovarium sehingga memengaruhi hormon tersebut.

Adanya gangguan ini dapat membuat ovulasi yang tidak teratur bahkan berhenti pada seorang wanita. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan hormon lain menjadi tidak seimbang, seperti insulin.

Baca Juga: Kram Menstruasi Bisa Menyakitkan, Coba Lakukan 5 Langkah Ini!

5. Keluarga berencana (KB)
Seseorang yang melakukan KB melalui pil atau suntikan akan sangat memengaruhi menstruasi. Hal ini karena Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang berfungsi untuk mencegah ovarium melepaskan sel telur. Hal tersebut dapat membuat proses menstruasi menjadi terganggu.

Komentar