Ketahui 8 Faktor yang Menyebabkan Telat Datang Bulan

Risna Halidi

Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:06 WIB
Ketahui 8 Faktor yang Menyebabkan Telat Datang Bulan
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Datang bulan atau menstruasi adalah hal yang pasti dialami perempuan dan datang rutin setiap bulan. Namun, pada beberapa kondisi, waktu menstruasi bisa berubah, bahkan lewat jauh dari tanggal biasanya.

Dalam kasus umum, telat menstruasi dikaitkan dengan kehamilan. Namun dalam banyak kasus lainnya, telat menstruasi juga bisa dikaitkan karena ketidakseimbangan hormon dan kondisi medis yang cukup serius.

Kondisi menstruasi yang tidak normal lebih sering terjadi pada seseorang yang baru mengalami atau menjelang menopause.

Dilansir dari Healthline, selain karena hormon atau kondisi kesehatan, telat menstruasi juga bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya:

Ilustrasi perempuan sedang haid, PMS. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedang haid atau menstruasi (Shutterstock)

1. Stres
Stres pada wanita menjadi salah satu faktor yang menyebabkan telat datang bulan. Hal ini terjadi karena stres dapat menghilangkan hormon di tubuh serta memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab terhadap menstruasi. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi kondisi berat badan dan menyebabkan berbagai penyakit.

2. Berat badan rendah
Rupanya, berat badan juga memengaruhi menstruasi pada wanita. Seorang wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, bisa menyebabkan telat menstruasi. Berat badan di bawah kisaran normal, dapat mengubah cara tubuh dan menghentikan ovulasi dalam tubuh.

3. Obesitas
Selain berat badan yang rendah, berat badan berlebih atau obesitas juga memengaruhi menstruasi pada wanita. Hal ini karena obesitas dapat menyebabkan perubahan hormonal sehingga memengaruhi menstruasi. Untuk itu, seseorang yang obesitas, biasanya disarankan diet dan olahraga untuk membuat berat tubuh yang ideal sehingga menstruasi menjadi lancar.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Hal ini disebabkan kista yang terbentuk di ovarium sehingga memengaruhi hormon tersebut.

Adanya gangguan ini dapat membuat ovulasi yang tidak teratur bahkan berhenti pada seorang wanita. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan hormon lain menjadi tidak seimbang, seperti insulin.

baca juga

5. Keluarga berencana (KB)
Seseorang yang melakukan KB melalui pil atau suntikan akan sangat memengaruhi menstruasi. Hal ini karena Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang berfungsi untuk mencegah ovarium melepaskan sel telur. Hal tersebut dapat membuat proses menstruasi menjadi terganggu.

6. Penyakit kronis
Berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan celiac juga dapat memengaruhi menstruasi pada seorang wanita. Hal ini karena gula darah berpengaruh terhadap perubahan hormonal.

Oleh karena itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menstruasi. Selain itu, penyakit celiac juga dapat menyebabkan peradangan usus kecil sehingga menyerap nutrisi penting dalam tubuh. Hal tersebut yang menyebabkan menstruasi menjadi terganggu.

7. Peri-menopause dini
Menopause pada seorang wanita biasa terjadi pada usia 45 hingga 55. Namun, pada beberapa kondisi, seorang yang berusia 40 ke bawah bisa mengalami menopause dini. Hal ini menandakan suplai sel telur dalam tubuh berkurang. Akibatnya, proses menstruasi pada seorang wanita dapat terganggu.

8. Masalah tiroid
Permasalahan pada kelenjar tiroid dapat memengaruhi proses menstruasi seorang wanita. Kelenjar tiroid yang terlalu atau kurang aktif dapat mengganggu metabolisme tubuh. Hal ini menyebabkan kadar hormon di dalam tubuh juga terpengaruh. Oleh karena itu menstruasi juga akan berpengaruh karena adanya masalah tiroid. / Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Faktor yang Bisa Jadi Penyebab Haid Lebih Lama, Stres Salah Satunya

5 Faktor yang Bisa Jadi Penyebab Haid Lebih Lama, Stres Salah Satunya

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:05 WIB

Desainnya Nyeleneh, Corak Celana Dalam Ini Mirip Noda Menstruasi

Desainnya Nyeleneh, Corak Celana Dalam Ini Mirip Noda Menstruasi

Lampung | Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:33 WIB

Desain Pakaian Dalam Wanita Panen Ejekan, Disebut Mirip Noda Menstruasi

Desain Pakaian Dalam Wanita Panen Ejekan, Disebut Mirip Noda Menstruasi

Lifestyle | Sabtu, 20 Februari 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×