alexametrics

Waspada, Ini Penyakit yang Mengintai Anak Saat Bermain di Genangan Banjir

Risna Halidi | Lilis Varwati
Waspada, Ini Penyakit yang Mengintai Anak Saat Bermain di Genangan Banjir
Banjir kiriman yang mengepung di Kampung Pulo, Jakarta, Sabtu (27/12).

Meski terlihat menyenangkan, orangtua perlu waspada dengan risiko penyakit yang bisa ditimbulkan akibat bermain di air banjir.

Suara.com - Genangan banjir kerap menjadi 'wahana bermain' bagi anak-anak. Genangan banjir yang tidak terlalu tinggi  dengan arus air yang tenang, biasa dimanfaatkan oleh mereka untuk berenang atau sekadar berlarian.

Meski terlihat menyenangkan, orangtua perlu waspada dengan risiko penyakit yang bisa ditimbulkan akibat bermain di air banjir.

Dokter spesialis anak dr. Herbowo Agung, Sp. A(K) mengatakan, penyakit kulit menjadi penyakit yang paling umum terjadi setelah banjir. 

"Karena kulit cenderung berkontak langsung dengan banjir. Pada saat seseorang anak berendam di banjir, ternyata pada saat di dalam air pertahanan kulitnya menurun itu yang paling penting," kata dokter Herbowo dikutip dari siaran langsungnya di Instagram beberapa hari lalu.

Baca Juga: Miris! Kisah Cinta Dua Remaja di Sumbar Ini Malah Berujung Bui

Seorang bocah perempuan berjalan melintasi banjir di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Seorang bocah perempuan berjalan melintasi banjir di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Saat pertahanan kulit menurun, maka bakteri atau virus yang ada di air banjir bisa mudah masuk ke dalam tubuh.

Menurut dokter Herbowo, kebanyakan bakteri berserta kotoran yang akan menempel pada kulit ketika masuk ke genangan banjir.

"Kalau kotoran yang nempel itu bisa menyebabkan iritasi. Tapi kalau misalnya bakteri masuk, itu bisa jadi infeksi akan terjadi infeksi kulit. Bedakan antara infeksi kulit karena bakteri atau karena alergi," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa infeksi akibat bakteri akan menyebabkan kulit bernanah. Dokter Herbowo juga mengingatkan agar hati-hati dengan risiko infeksi kulit impetigo.

"Bentuknya seperti cacar air, jadi kalau melembung ada airnya tapi besar-besar. Kalau dia pecah bekasnya seperti tersundut rokok. Orang Indonesia sering bilangnya cacar monyet. Tapi itu sebetulnya kurang cocok disebut cacar monyet karena bukan dari monyet," jelasnya.

Baca Juga: Video Detik-detik Truk Tabrak Rumah Gegara Dicegat Anak Punk di Tuban

Anak-anak bisa mengalami infeksi impetigo jika kontak langsung dengan air yang kotor. Atau bisa juga tertular dari orang yang sudah terinfeksi. 

Komentar