Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 02 Maret 2021 | 23:25 WIB
Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Suara.com - Tanggal 3 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pendengaran Sedunia atau World Hearing Day (WHD). WHD 2021 dirayakan dengan tema Hearing Care for All.

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P Kemenkes RI) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS mengatakan jika gangguan pendengaran jadi penyebab tertinggi keempat kasus disabilitas secara global.

Dr. Maxi khawatir jika dibiarkan dan tidak segera di atasi, khususnya di Indonesia, kasus penyakit gangguan pendengaran akan terus bertambah, bahkan bisa mencapai 900 juta jiwa di 2050 di seluruh dunia.

"Apabila gangguan pendengaran tidak ditangani secara serius, diperkirakan terjadi peningkatan jumlah penyakit gangguan pendengaran pada 2030 diperkirakan 630 juta orang. Bahkan mencapai lebih dari 900 juta orang pada tahun 2050," ujar Dr. Maxi dalam temu virtual acara peringatan Hari Pendengaran Sedunia, Selasa (2/3/2021).

Termasuk jika kasus gangguan pendengaran di Indonesia dibiarkan terus menerus, maka akan semakin menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan menurunkan daya saing antar negara.

Bahkan bisa menambah beban negara, dengan kerugian mencapai 750 miliar USD per tahun untuk setiap negara. Acuan ini berdasarkan riset yang telah dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Data WHO 2018 menunjukkan bahwa sekitar 466 juta atau 6,1 persen orang dari seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran. Di dalamnya terdiri dari 432 juta atau 93 persen penduduk dewasa dan 34 juta atau 7 persen anak-anak," ungkap Dr. Maxi.

"Diperkirakan sepertiga penduduk manusia di atas 65 tahun mengalami gangguan pendengaran," sambungnya.

Menanggulangi ini, menurut Dr. Maxi, pemerintah sudah mengaturnya dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2020, tentang Penganggulangan Gangguan Pengelihatan dan Gangguan Pendengaran

baca juga

"Sekitar 60 persen gangguan pendengaran pada anak usia di bawah 15 tahun, harusnya dapat dicegah dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat," paparnya,

Adapun sederet langkah untuk mencegah gangguan pendengaran yang berisiko menyebabkan tuli di antaranya seperti:

  1. Hindari bising yang berlebihan dari perangkat audio, paparan bising di sekolah, tempat kerja hingga di tempat hiburan.
  2. Melakukan praktik bersih dan sehat. Seperti mengonsumsi makanan kaya protein, seperti ikan dan kacang-kacangan. Juga makanan yang menagndung kalium dan magnesium seperti pisang, alpukat, brokoli, hingga bawang putih. Kemudian praktik hidup bersih ialah tidak sembarangan membersihkan telinga dengan cotton bud yang bisa melukai telinga.
  3. Lakukan skrining pendengaran di Posbindu atau fasilitas layanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas.
  4. Melakukan vaksinasi rubella atau saat ini disebut dengan vaksin MR pada ibu hamil, mencegah kejadian bayi lahir tuli, karena ibu yang terinfeksi bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Serius Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran Mendadak!

Gejala Serius Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran Mendadak!

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 17:32 WIB

Tips Mencegah Gangguan Pendengaran Akibat Pertambahan Usia

Tips Mencegah Gangguan Pendengaran Akibat Pertambahan Usia

Your Say | Sabtu, 06 Februari 2021 | 11:05 WIB

Khusus Pria, Minum Kopi Setiap Hari Turunkan Risiko Gangguan Pendengaran

Khusus Pria, Minum Kopi Setiap Hari Turunkan Risiko Gangguan Pendengaran

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 15:03 WIB

Terkini

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×