Menkes: Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19 Adalah Terbatasnya Dosis

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 04 Maret 2021 | 15:29 WIB
Menkes: Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19 Adalah Terbatasnya Dosis
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (instagram @sekretariatkabinet)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan program vaksinasi Covid-19 adalah ketersediaan dosis. Target pemerintah dengan 181 juta penduduk disuntik vaksin Covid dalam satu tahun, artinya dibutuhkan 362 juta dosis.

"Tantangan paling besar itu jumlah vaksinnya rebutan seluruh dunia. Banyak negara yang belum dapat atau baru mulai," kata Budi dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (4/3/2021).

Menurut Budi, Indonesia tergolong cepat jika dibandingkan beberapa negara lain di Asia atau negara-negara maju yang belum memulai vaksinasi. Lantaran jumlah dosis yang terbatas, Kemenkes membagi tahapan penyuntikan vaksin dalam sua tahap per enam bulan..

Ia menjabarkan bahwa pemerintah hanya bisa mendapatkan 90 juta dosis yang digunakan untuk penyuntikan vaksin pada tahap enam bulan pertama, terhitung sejak 13 Januari lalu.

Vaksin Sinovac dalam bentuk curah yang dikemas dalam kemasan berpendingin khsusus sebelum dikirimkan ke Indonesia. (ANTARA/HO-KBRI Beijing/mii)
Vaksin Sinovac dalam bentuk curah yang dikemas dalam kemasan berpendingin khsusus sebelum dikirimkan ke Indonesia. (ANTARA/HO-KBRI Beijing/mii)

"Jadi kebayang 45 juta rakyat (butuh) 90 juta dosis suntikan. Itu disuntikan 6 bulan pertama dan sisanya yang 140 juta atau 280 juta dosis suntikan dilakukan 6 bulan kedua," kata Budi.

Disadarinya bahwa pada periode enam bulan kedua target vaksinasi lebih banyak. Sehingga tentu tantangan yang akan dihadapi pemerintah juga bisa lebih berat. Karenanya, menurut Budi, diperlukan strategi percepatan proses vaksinasi yang harus dirancang sejak sekarang.

Vaksinasi drive thru, disebut Budi Gunadi sebagai salah satu upaya agar target sasaran penyuntikan vaksin bisa sesuai jadwal.

"Kita perlu latihan sekarang. Tapi karena vaksin masih sedikit, kita coba fasilitasnya seperti apa. Nanti di semester kedua, begitu jumlah vaksin penuh itu datang, kita harus bisa suntikan 140 juta target dalam waktu 6 bulan. Ini yang tantangannya tinggi sekali. Kita enggak bisa lakukan sendiri, harus lakukan ini bersama dengan semua komponen," ucapnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Terima Vaksin Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Sudah Terima Vaksin Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Jawa Tengah | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:07 WIB

Geger Isu Vaksin COVID-19 Bikin Mandul, Ini Fakta Sebenarnya

Geger Isu Vaksin COVID-19 Bikin Mandul, Ini Fakta Sebenarnya

Batam | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:03 WIB

Vaksinasi Tahap 2 Digelar Besok, Wakil Bupati Bantul Dapat Vaksin Perdana

Vaksinasi Tahap 2 Digelar Besok, Wakil Bupati Bantul Dapat Vaksin Perdana

Jogja | Kamis, 04 Maret 2021 | 14:33 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×