alexametrics

7 Pola Pikir yang Menandakan Anda Mengidap Distimia

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
7 Pola Pikir yang Menandakan Anda Mengidap Distimia
Ilustrasi Depresi dan distimia. (Pixabay)

Distimia merupakan masalah kejiwaan turunan dari depresi, yang biasa juga disebut sebagai persistent depressive disorder.

Suara.com - Distimia merupakan masalah kejiwaan turunan dari depresi, yang biasa juga disebut sebagai persistent depressive disorder.

Distimia adalah bentuk kronis jangka panjang dari gejala depresi, seperti kehilangan ketertarikan yang normal aktivitas sehari-hari, merasa tidak ada harapan, produktivitas berkurang, harga diri yang rendah, dan perasaan yang tidak layak bagi siapapun.

Dalam pengantar buku I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki tulisan Baek Se Hae, dr. Jiemi Ardian Sp.KJ, mengatakan adanya pola pikir bagi seorang yang memiliki gejala depresi dan distimia.

Apa saja? berikut pola pikir yang telah dirangkum oleh Suara.

Baca Juga: Studi: Depresi dan Kecemasan Meningkat pada Mahasiswa Baru selama Pandemi

Black And White Thinking

Seseorang cenderung melihat sesuatu dengan 100 persen hitam dan 100 persen putih. Bahkan tidak ada abu-abu dan warna yang lain. Hal ini menyorot pola pikir secara terpolarisasi, saat dalam keadaan depresi.

Overgenerallization

Seseorang yang berada di kondisi ini, ketika menghadapi masalah yang terjadi, disebabkan oleh kesalahannya sendiri. Seperti jika teman yang menjauh, merupakan kesalahannya, bahkan rasa kesepian, dan juga kegagalan.

Fortune Telling

Baca Juga: Awas, Cemas dan Depresi Bikin Risiko Alzheimer Makin DIni

Seseorang cenderung membayangkan masa depan dalam bayangan yang buruk. Seperti masa depannya akan sia-sia, juga pekerjaan yang akan digantikan oleh orang lain.

Komentar