alexametrics

Terlalu Kurus, Visual Boneka Barbie Berdampak Negatif pada Anak Perempuan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Terlalu Kurus, Visual Boneka Barbie Berdampak Negatif pada Anak Perempuan
Boneka Barbie Star Wars. (Twitter/@Mattel)

Anak yang bermain boneka ultrathin lebih cenderung menginginkan tubuh kurus.

Suara.com - Boneka barbie merupakan mainan umum bagi anak-anak perempuan. Namun, ternyata bentuk tubuh boneka yang sangat kurus memiliki dampak negatif kepada sang anak.

Sebuah studi baru oleh Universitas Duham, Inggris, menunjukkan bahwa boneka 'ultrathin' atau yang memiliki tubuh sangat kurus dapat merusak citra tubuh anak-anak perempuan.

Peneliti mengamati anak perempuan usia lima hingga 9 tahun yang bermain beberapa boneka dengan tipe tubuh berbeda.

Mereka menemukan, dilansir CNN, anak yang bermain boneka ultrathin lebih cenderung menginginkan tubuh kurus.

Baca Juga: Genap Berusia Setengah Abad, Bentuk Tubuh Sophia Latjuba Bikin Warganet Iri

Berdasarkan studi yang terbit Rabu pekan lalu di jurnal Body Image ini mengatakan bahwa boneka ultrathin mewakili sumber idealisme bentuk tubuh kurus.

Boneka Barbie. [Shutterstock]
Boneka Barbie. [Shutterstock]

Itu berpotensi menyebabkan ketidakpuasan anak-anak perempuan terhadap bentuk tubuh dalam jangka panjang.

"Ketidakpuasan tubuh di masa kanak-kanak dapat berlanjut hingga remaja dan di kemudian hari," kata penulis studi Lynda Boothroyd, profesor dan direktur penelitian di departemen psikologi di Universitas Durham, Inggris.

Boothroyd mengatakan hasil penelitian ini tidak mengejutkan baginya. Sebab, ada penelitian lain yang juga membuktikan bagaimana ukuran boneka dapat mengubah bentuk ideal tubuh seseorang.

Studi ini menambah bukti bahwa anak-anak perempuan terkena dampak negatif dari mainan yang menggambarkan bentuk tubuh wanita secara tidak realistis.

Baca Juga: Seminggu Pasca Lahiran, Bentuk Tubuh Jennifer Bachdim Banjir Pujian

Komentar