5 Cara Orangtua Ajarkan Remaja Agar Tak Minder dengan Bentuk Tubuh

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 15 Maret 2021 | 13:05 WIB
5 Cara Orangtua Ajarkan Remaja Agar Tak Minder dengan Bentuk Tubuh
Ilustrasi Remaja (Shutterstock)

Suara.com - Memasuki masa remaja, manusia akan mengalami perubahan fisik yang signifikan, dari fase anak-anak menjadi orang dewasa.

Dibanding laki-laki, perempuan dianggap memiliki perubahan fisik yang lebih signifikan di mana bagian dada dan pinggul biasanya akan lebih membesar.

Ini, dalam beberapa kasusu, kerap menjadi masalah terkait citra diri karena anak remaja mulai gemar membandingkan dengan orang lain dan kadang terobsesi memiliki body goals atau badan idaman.

Padahal perasaan harga diri yang rendah dan citra tubuh dapat menjadi pemicu langsung masalah kesehatan mental, dan karenanya perlu perhatian segera.

Untuk membantu para remaja menjadi lebih positif terhadap tubuhnya sendiri, perlu dilakukan dari rumah. Dikutip dari Times of India, begini cara mengajarkan remaja perempuan agar tidak insecure atau minder dengan penampilan dan mulai belajar mencintai diri sendiri!

1. Mulai dengan berbicara pada waktu yang tepat
Masa pubertas berpengaruh besar pada pertumbuhan tubuh pra-remaja. Masa ini juga anak mengalami sebagian besar perubahan, dari segi penampilan dan menjadi lebih sadar tentang diri mereka sendiri. Meski normal, orangutua harus menjelaskan, terutama membantu mereka menerima semua perubahan yang terjadi.

Misalnya penambahan berat badan, rambut wajah pada laki-laki, pertumbuhan rambut secara keseluruhan, menjadi perubahan umum yang tidak bisa dihindari. Jelaskan pentingnya percaya diri, memiliki kepribadian yang positif, dan melihat lebih dari sekadar penampilan. Semakin mereka merasa percaya diri, semakin kecil untuk jatuh ke dalam perangkap negativitas tubuh.

2. Kontrol apa yang mereka lihat di internet
Internet, iklan, gambar selebritis bisa menjadi jebakan bagi remaja untuk mulai merasa tidak aman. Foto yang diposting sering kali hanya sekadar ilusi dan dapat membuat anak-anak yang sedang tumbuh merusak diri mereka sendiri.

Platform media sosial juga dapat memberikan ruang untuk perbandingan, mempermalukan, bahkan validasi. Oleh karena itu, mengontrol atau menetapkan batasan pada apa yang dilihat atau dilakukan remaja secara online dapat membantu membimbing mereka tidak terpengaruh dengan body goals ilusi. Komunikasikan dengan anak tentang bahaya media sosial, ajarkan mereka tentang situs dan konten apa yang sesuai dan apa yang tidak.

3. Dorong untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat
Gaya hidup yang lebih sehat membuka pikiran dan tubuh yang lebih bugar. Jika dipraktikkan dengan benar, mereka juga dapat menyadari bahwa betapa perlunya memberi makan tubuh dengan benar, mengonsumsi berbagai makanan bernutrisi, berolahraga, dan tidak hanya sekadar memoles penampilan.

4. Besarkan mereka untuk menjadi baik dan menerima orang-orang di sekitarnya
Sama pentingnya untuk mencintai diri sendiri, remaja juga harus diarahkan untuk mencintai dan menghormati orang lain. Hubungan suportif dan teman-teman yang menyebarkan aura positif dan bukan hanya atribut fisik, bantu memperkuat gagasan penerimaan diri.

Ketika Anda berbicara dengan anak remaja, jelaskan kepada mereka bahwa tubuh yang sehat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, tidak persis seperti yang ditampilkan di televisi atau media sosial.

5. Jadi panutan
Remaja seringkali membutuhkan figur yang bisa ia contoh untuk melakukan sesuatu. Sebagai orang terdekat dari lingkungan keluarga, Anda bisa menjadi panutan bagi mereka.

Jika anak-anak mengamati Anda mempraktikkan nilai-nilai positif, kurang kritis tentang penampilan dan sebaliknya, menghargai pujian non-fisik, dia akan memilih sifat yang benar dan menjadi tubuh yang positif sendiri.

Jika Anda tampil sebagai seseorang yang makan makanan sehat dan lebih positif tentang penampilan, akan lebih mudah bagi remaja untuk melakukan hal yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Kurus, Visual Boneka Barbie Berdampak Negatif pada Anak Perempuan

Terlalu Kurus, Visual Boneka Barbie Berdampak Negatif pada Anak Perempuan

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 08:11 WIB

Genap Berusia Setengah Abad, Bentuk Tubuh Sophia Latjuba Bikin Warganet Iri

Genap Berusia Setengah Abad, Bentuk Tubuh Sophia Latjuba Bikin Warganet Iri

Jogja | Minggu, 14 Maret 2021 | 18:10 WIB

Setahun Pandemi Covid-19: Kesehatan Mental Generasi Muda Makin Memburuk

Setahun Pandemi Covid-19: Kesehatan Mental Generasi Muda Makin Memburuk

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB