Studi: Serbuk Sari di Udara Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Rabu, 17 Maret 2021 | 19:43 WIB
Studi: Serbuk Sari di Udara Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19
Ilustrasi serbuk sari

Suara.com - Konsentrasi serbuk sari dari tanaman di udara yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi virus corona baru. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang disusun oleh para peneliti di Technical University of Munich (TUM) dan Helmholtz Zentrum Munchen di Jerman.

Melansir dari Healthshots, mereka mencatat bahwa orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi dapat melindungi diri mereka dengan mengamati ramalan serbuk sari dan mengenakan masker penyaring debu.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Peneliti menganalisis data serbuk sari dari 130 stasiun pada 31 negara di lima benua.

Tim tersebut menunjukkan bahwa serbuk sari yang terbawa udara dapat menyebabkan, rata-rata 44 persen dari variasi tingkat infeksi dengan kelembapan dan suhu udara juga berperan dalam beberapa kasus.

Selama interval tanpa peraturan pembatasan wilayah, tingkat infeksi rata-rata empat persen lebih tinggi dengan setiap peningkatan 100 butir serbuk sari di udara per meter kubik.

Di beberapa kota di Jerman, konsentrasi hingga 500 butir serbuk sari per meter kubik per hari menyebabkan peningkatan keseluruhan tingkat infeksi lebih dari 20 persen.

Namun, di wilayah di mana aturan pembatasan wilayah diberlakukan, jumlah infeksi rata-rata hanya setengahnya lebih tinggi pada konsentrasi serbuk sari yang sebanding.

Para peneliti menjelaskan bahwa konsentrasi serbuk sari yang tinggi menyebabkan respons imun yang lebih lemah di saluran udara terhadap virus yang dapat menyebabkan batuk dan pilek, termasuk SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Mereka mencatat bahwa ketika virus memasuki tubuh, sel yang terinfeksi biasanya mengirimkan protein pembawa pesan. Protein ini dikenal sebagai interferon antivirus, memberi sinyal pada sel-sel di dekatnya untuk meningkatkan pertahanan antivirus mereka untuk mencegah penjajah.

baca juga

Studi tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi serbuk sari yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan jumlah penyakit pernapasan, termasuk Covid-19.

Claudia Traidl-Hoffmann, penulis studi dan profesor kedokteran lingkungan, menyarankan orang-orang yang berisiko tinggi untuk memantau perkiraan serbuk sari.

"Mengenakan masker penyaringan partikel ketika konsentrasi serbuk sari tinggi dapat mencegah virus dan serbuk sari keluar dari saluran udara," kata Traidl-Hoffmann.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Rekomendasi Terbaru BPOM RI

Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Rekomendasi Terbaru BPOM RI

Kaltim | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:08 WIB

Bukan karena Vaksin Covid-19, Berikut 5 Kondisi Penyebab Pembekuan Darah

Bukan karena Vaksin Covid-19, Berikut 5 Kondisi Penyebab Pembekuan Darah

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:02 WIB

Muncul Varian Baru Corona dari Filipina, Dua Kasus Diselidiki di Inggris

Muncul Varian Baru Corona dari Filipina, Dua Kasus Diselidiki di Inggris

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:03 WIB

Terkini

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 20:40 WIB

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:35 WIB

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

20 Tahun Fashion Nation: Merayakan Wastra, Desainer, dan Wajah Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:32 WIB

Teknologi Elektronik Dibawa Lebih Dekat ke Konsumen Lewat Polytron Fest

Teknologi Elektronik Dibawa Lebih Dekat ke Konsumen Lewat Polytron Fest

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 20:23 WIB

Pajak Marketplace 0,5 Persen Berlaku 1 November, Ekonom UGM Ungkap Ancaman Seller Kabur

Pajak Marketplace 0,5 Persen Berlaku 1 November, Ekonom UGM Ungkap Ancaman Seller Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 20:22 WIB

Bintan Bukan Cuma Pantai, Ada Jejak Sejarah Melayu hingga Blue Lake yang Unik

Bintan Bukan Cuma Pantai, Ada Jejak Sejarah Melayu hingga Blue Lake yang Unik

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:21 WIB

×