Pasien Covid-19 dengan Kriteria Berikut Lebih Berisiko Alami Stroke

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 21 Maret 2021 | 16:20 WIB
Pasien Covid-19 dengan Kriteria Berikut Lebih Berisiko Alami Stroke
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien Covid-19 jauh lebih mungkin terkena stroke. Terutama bagi mereka yang termasuk kriteria pasien tertentu. 

Melansir dari Healthshots, daripada penyakit virus lainnya, Covid-19 lebih mungkin memicu komplikasi stroke. Pasien yang berisiko mengalami stroke iskemik adalah pasien yang lebih tua, laki-laki, ras kulit hitam, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2 atau detak jantung tidak teratur (fibrilasi atrium).

Penelitian ini telah dipresentasikan dalam Konferensi Stroke Internasional Asosiasi Stroke Amerika 2021.

Konferensi tersebut diadakan secara virtual, 17 hingga 19 Maret 2021 dan merupakan pertemuan perdana dunia bagi para peneliti dan klinisi yang berdedikasi pada ilmu stroke dan kesehatan otak.

Untuk analisis ini, para peneliti mengakses Daftar Penyakit Kardiovaskular Covid-19 dari American Heart Association untuk menyelidiki risiko stroke di antara pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Data ini mencakup lebih dari 20.000 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di seluruh Amerika Serikat antara Januari hingga November 2020.

"Temuan ini menunjukkan bahwa Covid-19 dapat meningkatkan risiko stroke, meskipun mekanisme pastinya masih belum diketahui," kata ketua penulis studi Saate S. Shakil, M.D., seorang rekan kardiologi di University of Washington di Seattle.

"Saat pandemi berlanjut, kami menemukan bahwa virus corona bukan hanya penyakit pernapasan, tetapi penyakit pembuluh darah yang dapat memengaruhi banyak sistem organ," imbuhnya

Ilustrasi pasien (Unsplash)
Ilustrasi pasien (Unsplash)

Sekitar 281 orang (1,4 persen) peserta mengalami stroke yang dikonfirmasi oleh pencitraan diagnostik selama rawat inap. Dari jumlah tersebut, 148 pasien (52,7 persen) mengalami stroke iskemik, 7 pasien (2,5 persen) mengalami serangan iskemik transien (TIA), dan 127 pasien (45,2 persen) mengalami stroke berdarah atau jenis stroke yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Analisis studi ini juga menemukan bahwa mereka yang mengalami stroke lebih mungkin berjenis kelamin laki-laki (64 persen) dan lebih tua (usia rata-rata 65). 44 persen pasien yang mengalami stroke iskemik juga menderita diabetes tipe 2, 80 persen mengalami darah tinggi, dan 18 persen mengalami fibrilasi atrium.

Pasien yang mengalami stroke menghabiskan rata-rata 22 hari di rumah sakit. Kematian di rumah sakit lebih pada pasien Covid-19 dengan stroke yakni 37 persen dibandingkan dengan pasien tanpa stroke yang mencapai 16 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dengan MUI, Epidemiolog Unair: Vaksin Covid AstraZeneca Aman dan Halal

Beda dengan MUI, Epidemiolog Unair: Vaksin Covid AstraZeneca Aman dan Halal

Health | Minggu, 21 Maret 2021 | 15:56 WIB

Apa Itu Tripsin Babi yang Disebut MUI Ada di Vaksin Covid-19 AstraZeneca?

Apa Itu Tripsin Babi yang Disebut MUI Ada di Vaksin Covid-19 AstraZeneca?

Health | Minggu, 21 Maret 2021 | 15:28 WIB

Temuan Baru, Hormon Progesteron Wanita Bisa Bantu Pria Lawan Covid-19

Temuan Baru, Hormon Progesteron Wanita Bisa Bantu Pria Lawan Covid-19

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 10:55 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB