Tak Sekadar Obat Kuat, Viagra Juga Mungkin Turunkan Risiko Masalah Jantung

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 23 Maret 2021 | 15:40 WIB
Tak Sekadar Obat Kuat, Viagra Juga Mungkin Turunkan Risiko Masalah Jantung
Ilustrasi viagra. (Shutterstock)

Suara.com - Viagra, yang juga sering kali disebut obat kuat, biasanya digunakan oleh pria untuk mengobati disfungsi ereksi atau impotensi. Namun obat kuat untuk seksual ini nyatanya juga bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung pria.

Melansir dari Healthline, pria dengan penyakit arteri koroner stabil (CAD) yang mengonsumsi Viagra karena impotensi tampaknya memiliki risiko yang lebih rendah terkena serangan jantung. Hal ini dinyatakan dalam studi baru dari Karolinska Institutet di Swedia yang diterbitkan di Jurnal American College of Cardiology (ACC).

Penyakit arteri koroner mengacu pada penyumbatan yang berkembang di arteri yang memasok darah ke jantung. Saat arteri menyempit, lebih sedikit darah yang masuk ke bagian jantung dan pasien mungkin merasakan gejala terutama saat mengerahkan kekuatan.

"Tersumbatnya arteri koroner secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan otot jantung adalah serangan jantung," kata Dr. Michael Goyfman, direktur kardiologi klinis di Long Island Jewish Forest Hills di New York, mengatakan kepada Healthline.

Menurut American Heart Association (AHA), impotensi juga disebut disfungsi ereksi (DE) bisa menjadi tanda peringatan dini penyakit jantung pada pria sehat.

Salah satu pilihan pengobatan adalah kelas obat yang disebut penghambat PDE5 (PDE5i), seperti Viagra (sildenafil) atau Cialis (tadalafil) yang diminum sebagai tablet. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase (PDE5) untuk meningkatkan aliran darah.

Untuk penelitian ini, para peneliti membandingkan efek perawatan DE pada pria dengan penyakit arteri koroner stabil. Semua peserta pernah mengalami serangan jantung atau operasi bypass setidaknya 6 bulan sebelum memulai pengobatan untuk disfungsi ereksi.

Para peneliti mengamati 16.500 pria yang diobati dengan penghambat PDE5 dengan kurang dari 2.000 di antaranya menerima alprostadil. 

Para peneliti menunjukkan bahwa pria yang menerima penghambat PDE5 memiliki risiko serangan jantung baru, gagal jantung, dan operasi bypass yang lebih rendah daripada pasien yang menerima alprostadil. Menurut penelitian, perlindungan ini bergantung pada dosis yang berarti bahwa dosis penghambat PDE5 yang lebih sering menghasilkan risiko yang lebih rendah.

Namun peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat observasional dan hanya menemukan hubungan antara penghambat PDE5 (termasuk Viagra) dan penurunan mortalitas yang dibandingkan dengan pasien yang memakai alprostadil. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan

Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 10:19 WIB

4 Makanan yang Perlu Kamu Waspadai karena Bisa Merusak Jantung!

4 Makanan yang Perlu Kamu Waspadai karena Bisa Merusak Jantung!

Your Say | Jum'at, 19 Maret 2021 | 16:22 WIB

Ini 5 Fakta yang Perempuan Wajib Tahu Soal Disfungsi Ereksi Pria

Ini 5 Fakta yang Perempuan Wajib Tahu Soal Disfungsi Ereksi Pria

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 17:57 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB