Studi: Satu Jam Tidur Malam Ekstra Bisa Turunkan Risiko Infeksi Covid-19

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 26 Maret 2021 | 14:54 WIB
Studi: Satu Jam Tidur Malam Ekstra Bisa Turunkan Risiko Infeksi Covid-19
Ilustrasi tidur (shutterstock)

Suara.com - Seperti yang diketahui, tidur cukup sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun stres dan kecemasan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 membuat banyak orang mengalami gangguan tidur.

Meski sekarang vaksinasi sudah berjalan, menjaga atau meningkatkan kekebalan tubuh tetap harus dilakukan untuk mengurangi risiko terkena virus tersebut.

Sebuah studi baru mengatakan bahwa Anda dapat secara signifikan menurunkan peluang terkena Covid-19 hanya dengan tidur nyenyak dengan jumlah yang sesuai. Jurnal online BMJ Nutrition Prevention and Health menerbitkan studi ini.

Tim penelitian yang terdiri dari delapan ilmuwan melakukan survei dari 17 Juli 2020 hingga 25 September 2020. Survei ini terbuka untuk petugas kesehatan di Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

Hasil jajak pendapat ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti gangguan, atau bahkan kurang tidur, dan kelelahan harian meningkatkan risiko tidak hanya tertular Covid-19 , tetapi juga meningkatkan risiko penyakit yang lebih parah dan masa pemulihan yang lebih lama.

Ilustrasi tidur malam. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur malam. (Shutterstock)

Menurut para peneliti dari survei ini, setiap peningkatan satu jam untuk tidur di malam hari mengurangi kemungkinan terinfeksi Covid-19 sebesar 12 persen, demikian dilansir dari The Health Site.

Kurang tidur atau gangguan tidur dan kelelahan kerja telah dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi virus dan bakteri. Tetapi para peneliti mengatakan bahwa tidak jelas apakah ini juga faktor risiko Covid-19.

Maka untuk semakin mengetahui hubungan antara keduanya, para ilmuwan mengambil tanggapan terhadap survei online untuk petugas kesehatan yang berulang kali terpapar pasien dengan infeksi Covid-19.

Sekitar 2.884 petugas layanan kesehatan berpartisipasi dalam survei, di mana 568 pekerja di antaranya terjangkit Covid-19. Tingkat keparahan infeksi dikategorikan dalam lima bagian, yakni sangat ringan (tidak ada atau hampir tidak ada gejala), ringan (demam dengan atau tanpa batuk, tetapi tidak memerlukan pengobatan), sedang (demam, gejala pernapasan dan / atau pneumonia ), parah (kesulitan bernapas dengan saturasi oksigen rendah) dan kritis (gagal napas membutuhkan bantuan mekanis dan perawatan intensif).

baca juga

Survei melihat rata-rata tidur malam yang dilaporkan di bawah tujuh jam, tetapi lebih dari enam. Setelah mempertimbangkan faktor-faktor potensial yang berpengaruh, para peneliti menemukan bahwa setiap jam ekstra tidur di malam hari dikaitkan dengan dua belas persen kemungkinan lebih rendah terkena infeksi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Risma Pastikan Bansos di Masa Lebaran akan Dibagikan Awal Mei

Mensos Risma Pastikan Bansos di Masa Lebaran akan Dibagikan Awal Mei

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:46 WIB

Lengah Pasca Vaksinasi, Angka Kasus COVID-19 di DIY Kembali Melonjak

Lengah Pasca Vaksinasi, Angka Kasus COVID-19 di DIY Kembali Melonjak

Jogja | Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:37 WIB

Meski Filler Bisa Bengkak Usai Vaksinasi, Dokter Ungkap Tak Perlu Khawatir

Meski Filler Bisa Bengkak Usai Vaksinasi, Dokter Ungkap Tak Perlu Khawatir

Health | Jum'at, 26 Maret 2021 | 12:31 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×