Studi: Mandi Pakai Lensa Kontak Berisiko 7 Kali Sebabkan Kebutaan

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 29 Maret 2021 | 15:09 WIB
Studi: Mandi Pakai Lensa Kontak Berisiko 7 Kali Sebabkan Kebutaan
Ilustrasi Pakai Lensa Kontak (Pixabay)

Suara.com - Orang yang menggunakan lensa kontak saat mandi lebih berisiko tinggi mengalami kebutaan. Penelitian para ahli di Universitas Southampton, Inggris, membuktikan hal tersebut.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang memakai lensa kontak saat mandi tujuh kali lebih mungkin mengalami infeksi yang mengancam penglihatan. Sebab mandi dengan memakai lensa kontak setiap hari menjadi faktor risiko paling signifikan terjadinya keratitis mikroba terkait lensa kontak (CLMK).

Pengguna lensa kontak yang berusia antara 25 hingga 54 tahun kemungkinan besar akan mengalami infeksi tersebut. Menurut penelitian, kurang dari separuh pasien yang diteliti menderita beberapa bentuk kehilangan penglihatan karena infeksi.

Studi ilmiah ini dilaporkan dalam Daily Telegraph dan dipublikasikan di jurnal BMJ Open Ophthalmology. Penelitian terkait kebiasaan kebersihan dilakukan terhadap 78 pemakai lensa kontak, 37 di antaranya mengalami CLMK dan 41 lainnya tidak.

Penelitian tersebut dikatakan telah menemukan bahwa mandi dengan lensa kontak meningkatkan risiko CLMK hingga tiga kali lipat. Namun jika dilakukan setiap hari, faktor risikonya dikatakan menjadi tujuh kali lipat.

Peningkatan tiga kali lipat juga terjadi pada orang yang tidur dengan lensa kontak masih terpasang.

Peneliti mengatakan bahwa hanya di bawah 50 persen pasien mengalami beberapa jenis kehilangan penglihatan karena infeksi, 70 persen di antaranya mengakui kondisi itu berdampak pada kehidupan mereka.

Parwez Hossain, profesor oftalmologi di University of Southampton dan ketua penelitian, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan masalah penglihatan permanen.

"Lensa kontak menawarkan banyak manfaat, namun keratitis mikroba terkait lensa kontak sering menjadi penyebab gangguan penglihatan permanen dan beberapa kasus bahkan mungkin memerlukan transplantasi kornea atau menyebabkan hilangnya mata," kata Parwez dikutip dari Mirror.

Menurutnya, kebersihan lensa kontak yang buruk 66 persen jadi penyebab utama infeksi. Sayangnya, 90 persen mendapatkan koresponden tidak tahu resiko terkait kebersihan tersebut, meski membeli lensa kontak dari ahli kacamata.

Keratitis Mikroba adalah infeksi yang menyerang kornea, lapisan transparan di bagian depan mata. Infeksi kornea biasanya dikaitkan dengan penggunaan lensa kontak.

Gejalanya berupa nyeri pada mata, sensitivitas cahaya, dan penglihatan kabur. Faktor risiko kondisi tersebut seperti, tidak mencuci tangan, tidur dengan lensa kontak terpasang, dan mandi atau berenang sambil memakai lensa kontak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Kembangkan Kelenjar Air Mata di Laboratorium, Disebut Mirip Aslinya

Ilmuwan Kembangkan Kelenjar Air Mata di Laboratorium, Disebut Mirip Aslinya

Health | Jum'at, 19 Maret 2021 | 13:21 WIB

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:15 WIB

Berbeda dengan Katarak, Penyakit Glaukoma Bisa Sebabkan Buta Permanen

Berbeda dengan Katarak, Penyakit Glaukoma Bisa Sebabkan Buta Permanen

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 11:37 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB