Turunkan Hormon Stres, Konsumsi 5 Makanan Kaya Vitamin C Berikut

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 06 April 2021 | 14:18 WIB
Turunkan Hormon Stres, Konsumsi 5 Makanan Kaya Vitamin C Berikut
Ilustrasi stres (pexels/@olly)

Suara.com - Selain meluangkan waktu untuk diri sendiri, cara lain untuk mengurangi stres dan kadar kortisol adalah mengonsumsi makanan tertentu. Dalam hal ini, asupan yang bisa menekan hormon stres atau hormon kortisol adalah makanan yang sarat dengan vitamin C.

Melansir dari Eat This, beberapa makanan berikut dianggap sebagai vitamin C yang baik untuk dikonsumsi. Beberapa asupan kaya vitamin C yang bisa Anda konsumsi saat stres melanda antara lain:

1. Buah ceri

Setiap satu cangkir buah ceri atau 15 mg mengandung 25 persen kebutuhan harian vitamin C yang direkomendasikan. Ceri juga memiliki kandungan melatonin yang mengobati masalah tidur.

2. Asparagus

Kandungan vitamin C dalam 1 cangkir asparagus rebus atau 13,8 mg memenuhi 23 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Sayuran diuretik ini juga salah satu sumber triptofan nabati teratas. Triptofan adalah asam amino yang berfungsi sebagai dasar untuk stimulasi serotonin (hormon rasa senang).

Ketika tubuh memproduksi lebih banyak serotonin, asupan ini dapat meningkatkan suasana hati Anda. Asparagus juga mengandung folat yang tinggi, nutrisi yang dapat melawan depresi.

3. Buah blueberry

Kandungan vitamin C dalam 1 cangkir atau 14,4 mg buah blueberry memenuhi 24 persen kebutuhan vitamin C harian. Blueberry mekawan kortisol, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, melawan radikal bebas, dan mengurangi rasa lapar.

4. Tomat

Satu cangkir tomat yakni 10,2 mg memenuhi 34 persen kebutuhan harian. Tomat memiliki tingkat polifenol dan vitamin C yang lebih tinggi untuk melawan penyakit.

Ilustrasi tomat. (Shutterstock)
Ilustrasi tomat. (Shutterstock)

5. Ubi Jalar

Kandungan vitamin C pada 1 ubi jalar besar (panggang) atau 35,3 mg memenuhi 59 persen kebutuhan harian vitamin C. Ubi jalar juga dikenal rendah indeks glikemik sehingga baik untuk kesehatan secara keseluruhan. 

Tak hanya itu, ubi jalar dikemas dengan antioksidan kuat yang menstabilkan kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin yang mencegah kalori diubah menjadi lemak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Kecemasan Terus Menerus Bisa Picu 4 Masalah Kesehatan Berikut

Waspada, Kecemasan Terus Menerus Bisa Picu 4 Masalah Kesehatan Berikut

Health | Senin, 05 April 2021 | 17:15 WIB

Respons Stres Lewat Rileksasi, Yuk Intip 6 Tips Berikut!

Respons Stres Lewat Rileksasi, Yuk Intip 6 Tips Berikut!

Your Say | Senin, 05 April 2021 | 13:25 WIB

Stres Saat Pandemi Bisa Picu Naik Turun Berat Badan yang Tak Diinginkan?

Stres Saat Pandemi Bisa Picu Naik Turun Berat Badan yang Tak Diinginkan?

Health | Senin, 05 April 2021 | 08:27 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB