alexametrics

Studi: 1 dari 6 Pasien Virus Corona Alami Kecemasan setelah Terinfeksi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Studi: 1 dari 6 Pasien Virus Corona Alami Kecemasan setelah Terinfeksi
Ilustrasi cemas, kecemasan [Shutterstock]

Sebuah penelitian menemukan beberapa pasien mengalami kecemasan setelah tertular virus corona Covid-19.

Suara.com - Penelitian baru menemukan satu dari enam pasien virus corona Covid-19 didiagnosis menderita masalah kecemasan setelah terinfeksi virus tersebut. Studi yang dipublikasikan di The Lancet, juga menemukan 1 dari 7 orang mengalami gangguan suasana hati seperti depresi.

Kini, para peneliti pun percaya bahwa virus bisa masuk ke otak dan menyebabkan peradangan. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan mental dan kabut otak.

Dr Max Taquet, dari Royal College of Psychiatrists, mengatakan bukti studi menunjukkan virus masuk ke otak dan bisa menyebabkan peradangan pada sel.

Infeksi virus corona Covid-19 sendiri juga bisa membuat seseorang stres, yang dipicu oleh kewajiban isolasi diri ketika terinfeksi hingga kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Baca Juga: Sudah Masuk Indonesia, Ternyata Ini Keunggulan Mutasi E484K Virus Corona

"Temuan ini mencerminkan berbagai factor psikologis dan biologis," jelas Dr Max dikutip dari The Sun.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Sebagian besar dari 236.379 pasien yang diteliti tidak dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19. Sejumlah kecil peserta juga menderita kondisi otak serius, termasuk stroke, psikosis dan perdarahan.

"Kami tidak melihat hal ini pada pasien Covid-19 lama, tetapi Temuan ini bisa tumpeng tindi dengan kabut otak yang banyak dilaporkan," kata Paul Harrison, profesor psikiatri di Universitas Oxford.

Selain memicu kecemasan, virus corona Covid-19 juga diketahui bisa menyebabkan pembekuan darah yang bisa memengaruhi fungsi otak. Sementara, survei dari NerdWallet terhadap 900 manajer bisnis Inggris menemukan lebih dari sepertiga (37 persen) telah mencari bantuan professional untuk kesehatan mentalnya sejak terjadi pandemi.

Baca Juga: Ini Perbedaan Varian Baru Virus Corona dengan Mutasi Baru Virus Corona

Komentar